April Masuk Musim Kemarau, Ini Prediksi Puncak Kemarau Berdasar Pulau

Salah satu embung di Kabupaten Magetan yang mengering karena kemarau oanjang pada tahun 2019. Antisipasi kemaru tahun 2020, pemkab Magetan bangun embung desa dan belasan sumur air dalam.(KOMPAS.COM/SUKOCO)

KOMPAS.com – Mendekati akhir Maret 2020, beberapa wilayah di Indonesia masih kerap diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir.

Kendati demikian, beberapa wilayah justru sudah ada yang bertransisi menuju kondisi panas, kering, dan matahari bercahaya dengan terangnya.

Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Siswanto menyampaikan bahwa kondisi panas, kering, dan terang umumnya dominan pada musim kemarau.

Untuk periode musim kemarau tahun 2020 ini, BMKG memprediksikan sejumlah wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau pada bulan April mendatang.

Di Indonesia sendiri, dalam memprakirakan musim entah musim hujan ataupun kemarau, wilayahnya dibagi atas 342 Zona Musim (ZOM).

Berdasarkan informasi prakiraan musim kemarau 2020, sejumlah daerah akan mengawali musim kemarau pada bulan April 2020 sebanyak 17 persen ZOM, yaitu di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa.

“Sebagian besar wilayah akan memulai kemarau di bulan Mei 2020 dengan presentasi mencapai 38.3 persen, di sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi,” kata Siswanto kepada Kompas.com.

Sementara sisanya, ada sekitar 27,5 persen akan masuk awal musim kemarau di bulan Juni 2020, yaitu di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Kapan puncak musim kemarau?

Puncak musim kemarau tahun 2020 ini, diprediksikan akan terjadi sejak bulan Juli hingga September dengan wilayah ZOM yang berbeda-beda.

Puncak musim kemarau ini adalah kondisi di mana curah hujan akan sangat rendah sekali.

Ada sekitar 9,9 persen daerah Zona Musim (ZOM) akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juli.

Sedangkan, sekitar 64,9 persen memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus dan 18,7 persen baru memasuki puncak musim kemarau pada bulan September.

Berdasarkan wilayahnya, Pulau Sumatera disebutkan Siswanto akan mengalami puncak musim kemarau di bulan Juli hingga Agustus.

Pulau Jawa dan Bali serta Nusa Tenggara, diprediksi akan mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus.

Pulau Kalimantan, diprediksi terjadi puncak musim kemarau di bulan Agustus hingga September. Hal ini juga sama terjadi di Pulau Sulawesi, yaitu pada bulan Agustus hingga September.

Begitu juga berlaku di wilayah Pulau Maluku dan Papua, puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi di bulan Agustus hingga September.

Sumber:
https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/25/170000823/april-masuk-musim-kemarau-ini-prediksi-puncak-kemarau-berdasar-pulau

Read Previous

10.563 Hektare Jagung di NTT Terserang Ulat Grayak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − ten =

error: Content is protected !!