<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Felix Siauw-Islamic Inspirator</title>
	<atom:link href="http://biotis.co.id/felix/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://biotis.co.id/felix</link>
	<description>there's only one truth</description>
	<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 00:24:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>MUI Merubah Arah Kiblat?!</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/07/19/mui-merubah-arah-kiblat/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/07/19/mui-merubah-arah-kiblat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 00:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akidah]]></category>

		<category><![CDATA[Tsaqofah]]></category>

		<category><![CDATA[fatwa]]></category>

		<category><![CDATA[ka'bah]]></category>

		<category><![CDATA[kiblat]]></category>

		<category><![CDATA[MUI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 16 Juli 2010 lalu, MUI mengeluarkan fatwa baru tentang arah  kiblat yang seharusnya menghadap ke barat laut. Fatwa ini meralat fatwa  yang dikeluarkan MUI Tanggal 22 Maret 2010 lalu yang menyebutkan pada  salah satu poinnya bahwa kiblat kita menghadap ke barat. Saat itu pula  muncul pertanyaan masyarakat yang kebanyakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/07/kabah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-499" title="kabah" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/07/kabah-300x225.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a>Pada tanggal 16 Juli 2010 lalu, MUI mengeluarkan fatwa baru tentang arah  kiblat yang seharusnya menghadap ke barat laut. Fatwa ini meralat fatwa  yang dikeluarkan MUI Tanggal 22 Maret 2010 lalu yang menyebutkan pada  salah satu poinnya bahwa kiblat kita menghadap ke barat. Saat itu pula  muncul pertanyaan masyarakat yang kebanyakan salah tangkap bahwa kiblat  kita berubah.<br />
<span id="more-498"></span><br />
Sebenarnya kiblat kita tidak pernah berubah, yaitu tetap Ka’bah yang  terletak di Masjidil Haram, Makkah. Kalaupun berubah, maka perubahan itu  bisa diakibatkan oleh pergeseran lempeng benua (continental drift) yang  paling-paling hanya beberapa cm saja setiap tahunnya sehingga tidak  memiliki pengaruh secara signifikan.</p>
<p>Kesalahan utama memang ketika masyarakat ditanyakan arah kiblat,  biasanya hanya menjawab “arah barat”, dan tidak lagi memperhatikan  apakah makkah benar-benar terletak di barat. Sampai-sampai lembaga  MUI  pun mengeluarkan fatwa yang sejalan dengan cara berfikir masyarakat yang  terlanjur “menyederhanakan” arah kiblat.</p>
<p>Tak dinyana, ternyata arah kiblat ini menimbulkan permasalahan yang  lumayan besar dikalangan masyarakat,  khususnya yang tidak memiliki  pemahaman yang baik tentang ikhtilaf (perbedaan), sampai-sampai shaf  masjid seringkali dilanggar karena ketidakpahaman mereka tentang arah  kiblat.<br />
Maka fatwa MUI ini bukanlah fatwa yang merubah arah kiblat, tapi lebih  kepada “menyesuaikan” arah kiblat. Untuk lebih jelasnya marilah kita  lihat ilustrasi berikut:</p>
<p><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/07/kiblat.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-497" title="kiblat" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/07/kiblat.jpg" alt="" width="500" height="279" /></a></p>
<p>Kita lihat, bahwa Jakarta dan Makkah tidak tepat berada dalam satu garis  lurus lintang, tetapi agak sedikit miring, atau bagi Jakarta, kedudukan  Makkah adalah 293 derajat, artinya kiblat bagi penduduk jakarta dan  sekitarnya tidak ke Barat, tetapi 23 derajat searah jarum jam dari arah  barat. Demikianlah maksud fatwa MUI.</p>
<p>Pertanyaannya bagaimana selama ini bila selama ini shalat kita menghadap  ke barat atau tidak 100% benar meghadap kiblat?, Alhamdulillah  shalatnya sah, bisa dibaca penjelasan lengkapnya dari bahasan ust.  Shiddiq al-Jawi di link ini: <a title="http://khilafah1924.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=741&amp;Itemid=37" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=10150206654955284&amp;h=f37aedb6a3751d8f9412f220c974c587&amp;url=http%3A%2F%2Fkhilafah1924.org%2Findex.php%3Foption%3Dcom_content%26task%3Dview%26id%3D741%26Itemid%3D37" target="_blank">Hukum  Arah Kiblat - Ust. Shiddiq al-Jawi</a></p>
<p>yang menarik sebenarnya ucapan KH. Ma&#8217;ruf Amin yang mengatakan bahwa  arah kiblat ke barat menimbulkan multitafsir bahwa ummat Islam Indonesia  berkiblat ke barat (budaya barat), agar lebih tenang maka diganti  &#8220;barat laut&#8221;. Tapi selama ideologi Indonesia masih berkiblat ke barat,  seharusnya sekalian &#8216;diralat&#8221; sama MUI agar ideologi Indonesia kembali  berkiblat ke &#8220;Ka&#8217;bah&#8221; (baca: Islam).</p>
<p>semoga membantu =)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/07/19/mui-merubah-arah-kiblat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat Cina-Muslim-Indonesia: Tentang Ashabiyah dan Mental Terjajah Muslim Indonesia</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/07/07/curhat-cina-muslim-indonesia-tentang-ashabiyah-dan-mental-terjajah-muslim-indonesia/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/07/07/curhat-cina-muslim-indonesia-tentang-ashabiyah-dan-mental-terjajah-muslim-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 08:17:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=493</guid>
		<description><![CDATA[Nama saya Felix Y. Siauw, kelahiran Palembang 26 tahun yang lalu, dan  setidaknya dalam jangka waktu yang lebih dari ¼ abad itu saya sudah  merasakan banyak sekali kesulitan dan kebahagiaan hidup. Setidaknya ada 4  momen paling bahagia bagi saya, yaitu tahun 2002 ketika saya memutuskan  untuk mengganti keyakinan dengan mengakui Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/07/oic.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-492" title="oic" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/07/oic-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Nama saya Felix Y. Siauw, kelahiran Palembang 26 tahun yang lalu, dan  setidaknya dalam jangka waktu yang lebih dari ¼ abad itu saya sudah  merasakan banyak sekali kesulitan dan kebahagiaan hidup. Setidaknya ada 4  momen paling bahagia bagi saya, yaitu tahun 2002 ketika saya memutuskan  untuk mengganti keyakinan dengan mengakui Allah swt. sebagai  satu-satunya Tuhan dan sesembahan. Tahun 2006 ketika saya menikahi  seorang muslimah yang kelak memberikan saya 2 momen bahagia lagi;  kelahiran Alila Shaffiya asy-Syarifah pada tahun 2008 dan Shifr Muhammad  al-Fatih 1453 pada tahun 2010.<br />
<span id="more-493"></span><br />
Dari nama yang saya publish, sebagian besar pasti memahami bahwasanya  saya tergolong etnis Cina. Dan inilah salahsatu sebab kenapa saya  menulis tulisan ini, disamping alasan utamanya adalah karena kewajiban  mendakwahkan Islam dan pemikiran-pemikirannya ke seluruh dunia. Ini  adalah sebuah curahan hati dan aduan serta penjelasan dari seorang Ayah,  Muslim-“Cina”. Walaupun banyak kasus lain yang saya alami berkaitan  dengan ide bid’ah nasionalisme yang diwariskan Belanda dan Barat, saya  akan sedikit memfokuskan pada satu kisah yang baru saja saya alami.</p>
<p>Berawal ketika Istri saya yang melahirkan anak keduanya di RS. Budi  Kemuliaan Jakarta Pusat, setelah itu seperti biasa, atas nama pribadi  ada beberapa karyawan yang menawarkan jasa pembuatan akte kelahiran  putra saya. Dan kami pun menyambut baik tawaran yang dibandrol dengan  harga Rp. 100.000. Tak berapa lama, setelah karyawan tadi melihat fisik  saya, lalu dia bertanya pada istri:</p>
<p>“Bu, bapaknya muslim bukan? keturunan ya?”<br />
“Muslim kok, emang kenapa mbak?” Jawab istri saya santai,<br />
“Nikahnya pake cara Islam kan?, karena kalo nikahnya beda agama susah  ngurusnya bu, dan beda juga biayanya..”<br />
“Ya Islam lah, bedanya apa mbak”, sedikit terintimidasi, Istri saya  tetap berusaha santai<br />
“Kalo pribumi 100.000 kalo keturunan 250.000”</p>
<p>Setelah memberitahu saya perihal percakapan ini, dengan agak kesal saya  pun mencoba membuktikan perkataan istri saya tadi. Ternyata benar, ada  diskriminasi kepengurusan akte kelahiran, dan dokumen yang diperlukan  pun lebih daripada yang biasanya. Walau saya desak dengan berbagai  dalil, termasuk dengan dalil bahwa penghapusan istilah WNI Keturunan  sudah dilakukan, tetap saja tidak ada penjelasan yang memadai kepada  saya. Bertambah kekesalan saya, maka saya memutuskan untuk mengurus  sendiri akte kelahiran anak kedua saya. Bukan masalah uang, ini masalah  ide kufur yang tidak perlu diberikan ruang toleransi.</p>
<p>Langkah pertama adalah melakukan browsing ke Internet ke alamat  Dinas  Kependudukan dan Catatan Sipil ; <a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this),  &quot;b764caVVv1GCYc8Wl9KONzd5AUg&quot;, event);" rel="nofollow" href="http://www.kependudukancapil.go.id/index.php/produk-a-layanan/akta-kelahiran" target="_blank"><span>http://www.kependudukancap</span><span>il.go.id/index.php/produk-</span>a-layanan/akta-kelahiran</a>, dan disitu saya  mendapatkan informasi bahwa pembuatan akte kelahiran biayanya gratis  s/d Rp. 5000. Dan syaratnya: Surat Keterangan Lahir, KK, KTP Orangtua,  dan Surat Pengantar RT/RW yang dilegalkan Kelurahan. Ternyata setelah  saya datang pada hari Rabu, 07 Juli 2010, petugas malah meminta akte  kelahiran untuk dikonfirmasi apakah saya warga keturunan atau bukan. Dan  sekali lagi saya katakan bahwa urusan keturunan sudah tidak ada, semua  yang dilahirkan di tanah Indonesia adalah WNI. Dan setelah itu akhirnya  saya tetap diminta membayar Rp. 70.000, sebelum membayar saya menanyakan  bukti pembayarannya, sedikit gagap petugas menyatakan bahwa lembar  bukti penyerahan dokumen sudah dianggap menjadi bukti pembayaran (nanti  coba kita liat ya). Dan yang paling menyakitkan, ditulis lagi dalam  keterangan permintaan akte kelahiran bahwa anak saya termasuk Stbld.  1917.</p>
<p><strong>Lalu dengan serius saya tanyakan: “Masih berlaku tuh stbld?”<br />
“Oh masih pak, semuanya harus ditulis begitu”<br />
“Oh gitu, kirain jaman belanda aja pake stbld!” sindiran dari saya yang  tampaknya tidak dipahami petugas bersangkutan.</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Ok, cukup cerita pendahuluan saya, sekarang kita masuk ke pokok  pembahasan.</strong></span></p>
<p>1.	Inilah budaya pegawai negeri Indonesia yang jauh dari kesan  profesional dan korup, birokrasi yang terbiasa tidak jujur dan selalu  mencari kesempatan atas minimnya data yang mereka beri kepada masyarakat  yang membutuhkan pelayanan. Sehingga seolah-olah masyarakat yang harus  membayar mereka karena pelayanan itu, padahal pelayanan mereka sudah  dibayar oleh negara. Sampai setelah saya membayar Rp. 70.000 itu, saya  tidak mengetahui kemana uang ini dialokasikan, dan parahnya yang  menerima uang ini adalah muslim. Saya terima kalau yang melakukan  korupsi ini bila bukan muslim, tapi pelakunya sekali lagi adalah muslim,  yang seharusnya menjadi pekerja yang paling jujur karena aqidahnya  memerintahkan begitu</p>
<p>2.	Budaya rasialis dan nasionalisme kampungan rupanya masih menjadi  mental ummat Islam saat ini. Mereka membedakan antara pribumi dan  keturunan. Tanpa mereka ketahui bahwa cara ini adalah strategi utama  belanda dalam melakukan politik divide et impera dan menghancurkan sendi  ekonomi dan masyarakat.</p>
<p>Politik rasialis ini dimulai ketika VOC dan Pemerintah Belanda membagi  kelompok masyarakat menjadi Inlander (pribumi) dan Vreemde Oosterlinge  (Orang Timur Asing, termasuk Cina, Arab dan India)(lihat <a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this),  &quot;b764cxvmzh-Na4wMrxPYrbIPgQA&quot;, event);" rel="nofollow" href="http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/3523" target="_blank"><span>http://www.jakarta.go.id/j</span><span>akv1/encyclopedia/detail/3</span>523</a>), lalu memberikan akses ekonomi  kepada Vreemde Oosterlinge terutama orang Cina sehingga pecahlah  permusuhan dan kebencian antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge (lihat  Buku Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara).</p>
<p>Politik rasialis ini bahkan dimulai semenjak awal pencatatan akta  kelahiran dengan membedakan antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge,  antara agama penjajah Belanda Kristen dan Katolik serta Islam. Lihat  saja akte kelahiran Anda yang muslim pribumi akan mendapatkan kode  Stbld. 1920, sedangakan yang nasrani pribumi mendapatkan kode Stbld.  1933, warga keturunan dari timur (Cina, Arab, India, dan lainnya) dengan  Stbld. 1917 (lihat <a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this),  &quot;b764c5U57iWObNT8I0JWvP6lYOA&quot;, event);" rel="nofollow" href="http://www.jasaumum.com/akteKelahiran.htm" target="_blank"><span>http://www.jasaumum.com/ak</span>teKelahiran.htm</a>). Akta kelahiran inilah  yang menjadi dasar dalam perbedaan perilaku penjajah Belanda dalam  masalah pendidikan, pekerjaan dan status sosial.</p>
<p>Sayangnya (baca: bodohnya), pemerintah Indonesia justru mengadopsi  Stbld. (Staatsblad, artinya Peraturan Pemerintah Belanda) menjadi aturan  dalam pencatatan kelahiran yang otomatis dari awal sudah membedakan  membuat rasial penduduknya berdasarkan cara penjajah Belanda  membedakannya. Jadi ketahuan sekali bahwa negara kita secara hukum dan  ekonomi masih terjajah dan samasekali belum merdeka. Nah, wajar kan  kalau kita liat konflik horizontal maupun vertikal atas nama etnis masih  terjadi di negeri ini? karena memang dari awal pemerintah Indonesia  sudah meniatkannya. Membebek penjajah Belanda. Dan hampir sebagian besar  hukum kita adalah adopsi Belanda.</p>
<p><strong>Belum puas rupanya dijajah 350 tahun?!</strong></p>
<p>Inilah ikatan-ikatan yang merusak dan terbukti menimbulkan perpecahan  dan konflik yang tak berkesudahan. Ikatan yang muncul dari pemikiran  yang dangkal dan sempit. Ikatan etnisitas, kekauman dan juga termasuk  ikatan nasionalisme kampungan. Ikatan inilah yang menyebabkan muslim  Indonesia tidak memperdulikan muslim Palestina hanya karena dibatasi  oleh garis-garis khayal batas negara. Ikatan ini juga yang memenangkan  penjajah Belanda ketika membelah ummat Islam Indonesia atas nama etnis.  Dan ikatan ini pula yang menyebabkan Arab Saudi, Yordan, Turki, Mesir,  Irak, Iran dan semua negara muslim saat ini terpecah belah padahal  dahulunya mereka adalah satu kekuatan. Inilah sebuah ikatan palsu yang  harus dimusnahkan: fanatisme golongan, bangsa dan semacamnya yang kita  kenal dengan kata ashabiyah.</p>
<p>Padahal Rasulullah dengan sangat jelas telah mewanti-wanti agar kita  jangan membedakan diri berdasarkan sesuatu yang tidak pernah dipilih  manusia atau bagian dari qadar Allah.</p>
<blockquote><p>
إن الله لا ينظر إلى صوركم ولا إلى أجسامكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وإلى  أعمالكم</p>
<p>Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah kalian dan tidak pula  kepada bentuk tubuh kalian, akan tetapi Allah melihat qalbu (akal dan  hati) kalian dan perbuatan kalian (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah dari  Abu Hurrairah)</p></blockquote>
<p>Maka benarlah dalam aturan kewarganegaraan Daulah Madinah ketika  Rasulullah saw. menjadi kepala negara, beliau saw. hanya membedakan 2  jenis penduduk; muslim dan kafir. Begitu pula yang dilaksanakan  Khulafaur Rasyidin setelah beliau dan Khalifah-khalifah setelah mereka  sampai runtuhnya Daulah Khilafah Islam Utsmaniyah tahun 1924. Artinya  pembedaan kewarganegraan adalah berdasarkan pengakuannya atas Islam,  bukan yang lain seperti fanatisme golongan atau bangsa.</p>
<p>Juga larangan sempurna dari Rasulullah atas sikap fanatisme golongan,  bangsa dan semacamnya yang dirangkum dalam larangan ashabiyah</p>
<blockquote><p>
ومن قاتل تحت راية عمّيّة يغضب لعصبة، أو يدعو إلى عصبة، أو ينصر عصبة،  فقتل، فقتلة جاهليّة<br />
Siapa saja yang berperang di bawah panji kebodohan marah kerena suku,  atau menyeru kepada suku atau membela suku lalu terbunuh maka ia  terbunuh secara jahiliyah (HR Muslim)</p>
<p>ليس منا من دعا إلى عصبية، وليس منا من قاتل على عصبية، وليس منا من مات  على عصبية<br />
Bukan dari golongan kami siapa saja yang mengajak kepada ashabiyah,  bukan pula dari golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah, dan  tidak juga termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah (HR  Abu Dawud)</p></blockquote>
<p>Tidak ada keistimewaan khusus karena warna kulit, karena jenis dan  karena tanah air. Dan tidak halal seorang muslim merasa fanatik  (ta&#8217;ashub) karena warna kulitnya melebihi kulit orang lain, karena  golongannya melebihi golongan lain dan karena daerahnya melebihi daerah  orang lain. Pribumi ataupun keturunan. Bahkan Islam menaruh ikatan  semacam ini dalam posisi yang paling rendah karena pemikiran semacam ini  adalah batil.</p>
<p>Tapi inilah kondisi masyarakat dan ummat, mereka mempunyai cap tertentu  bagi etnis tertentu, dan akhirnya bukan melihat karena ketakwaannya  tetapi karena bentuk wajahnya. Hanya karena seseorang berwajah Arab  lantas setiap bertemu tangannya dicium, karena persangkaan bahwa arab  identik dengan Islam (ironis). Hanya karena seseorang berwajah Cina  lantas diidentikkan dengan kafir? (lebih ironis), lebih aneh lagi kalau  ketemu bule semuanya serba senang, sumringah dan berjalan menunduk  (kacau).</p>
<p>Inilah mental-mental terjajah, mental yang sangat ridha dan bangga  kepada negara yang menjajahnya tapi lupa sama sekali dengan Tuhan yang  menciptakan dirinya dan memberinya kenikmatan. Padahal kita semua  sebagai muslim tidak diseru kecuali berpegang pada aqidah yang satu,  ikatan yang satu, perintah yang satu dan kepemimpinan yang satu. Tauhid  dalam segala bidang.</p>
<blockquote><p>
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا<br />
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah  kamu bercerai berai (QS ali Imraan [3]: 103)</p></blockquote>
<p>Seandainya saja Rasulullah masih ada, maka tentu dia akan menghapuskan  segala macam diskriminasi dan rasialisme yang diwariskan dunia Barat  kepada kaum muslim. Seandainya saja Umar bin Khattab masih ada, maka  pastilah beliau sendiri yang akan menghunus pedangnya untuk memenggal  penyeru ashabiyah. Tapi mereka telah tiada, namun bukan tanpa warisan.  Rasulullah menyiapkan sebuah sistem buat ummatnya agar ummatnya dapat  bersatu padu dan kuat dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia. Insya  Allah saat Khilafah Islam tegak satu saat nanti, Khalifah lah yang akan  mengomando kaum muslim membunuh ashabiyah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/07/07/curhat-cina-muslim-indonesia-tentang-ashabiyah-dan-mental-terjajah-muslim-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Beyond The Inspiration - Cetakan Kedua</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/06/30/beyond-the-inspiration-cetakan-kedua/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/06/30/beyond-the-inspiration-cetakan-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 00:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<category><![CDATA[beyond the inspiration]]></category>

		<category><![CDATA[felix]]></category>

		<category><![CDATA[felix siauw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[
Imperium Persia terbentang seluas 7.400.00 km2 di sebelah timur dengan  peradaban yang telah dibangun selama 1173 tahun, sementara di sebelah  barat terbentang Imperium Romawi seluas 5.000.000 km2 yang telah  dibangun selama 650 tahun.
Diantara keduanya, muncul satu peradaban baru yang kelak akan  membebaskan kedua peradaban besar Persia &#38; Romawi. Pada tahun 651 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/06/iklanbtibaru.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-490" title="iklanbtibaru" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/06/iklanbtibaru.jpg" alt="" width="500" height="510" /></a></p>
<p><span id="more-489"></span>Imperium Persia terbentang seluas 7.400.00 km2 di sebelah timur dengan  peradaban yang telah dibangun selama 1173 tahun, sementara di sebelah  barat terbentang Imperium Romawi seluas 5.000.000 km2 yang telah  dibangun selama 650 tahun.</p>
<p>Diantara keduanya, muncul satu peradaban baru yang kelak akan  membebaskan kedua peradaban besar Persia &amp; Romawi. Pada tahun 651  Imperium Persia dibebaskan di tangan kaum Muslim dan menyusul Imperium  Romawi yang dibebaskan pada tahun 1453.</p>
<p>Islam lalu menyatukan kedua Imperium dan meluaskan wilayahnya hingga  mencapai 20.000.000 km2 dan memberikan kesejahteraan melebihi apa yang  pernah diberikan kedua Imperium sebelumnya. Kenapa ada satu masa dimana  Islam dapat menjadi inspirasi dan motivasi yang menjadikan pengembannya  menjadi mulia dan tinggi, tapi di masa yang lain justru menampakkan  ummat dengan karakter yang berbeda?</p>
<p>Pertanyaaan “Why?” inilah yang akan dibahas dalam buku ini, sekaligus  membagikan kepada kita suatu rahasia yang dipegang oleh Rasulullah dan  para shahabat serta generasi terbaik dalam Islam. to see</p>
<p>beyond the eyes can see..</p>
<p>Penerbit: Khilafah Press - النشر الخلافة<br />
Harga: Rp. 56,000</p>
<p>Pemesanan:<br />
R. Ramadhi | 0856 157 0808</p>
<p>Link pemesanan:<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this),  &quot;b513dVymOogVZPEIJrJFxAHilRQ&quot;, event);" rel="nofollow" href="http://pasarkhilafah.com/index.php?main_page=product_info&amp;cPath=1&amp;products_id=206&amp;zenid=dd36ed273724580f631af7ad884a75b7" target="_blank"><span>http://pasarkhilafah.com/i</span><span>ndex.php?main_page=product</span><span>_info&amp;cPath=1&amp;products_id=</span><span>206&amp;zenid=dd36ed273724580f</span>631af7ad884a75b7</a><br />
Cara Pemesanan: <a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this),  &quot;b513dbAZ9nB5eDaJT7x_6yuOjMw&quot;, event);" rel="nofollow" href="http://pasarkhilafah.com/index.php?main_page=shippinginfo" target="_blank"><span>http://pasarkhilafah.com/i</span><span>ndex.php?main_page=shippin</span>ginfo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/06/30/beyond-the-inspiration-cetakan-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Insiden Mavi Marmara: Bukti Nyata Tiada Solusi Selain Khilafah!</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/06/03/insiden-mavi-marmara-bukti-nyata-tiada-solusi-selain-khilafah/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/06/03/insiden-mavi-marmara-bukti-nyata-tiada-solusi-selain-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 08:02:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Sekali lagi dunia terhenyak ketika Israel melakukan aksi terorrismenya dengan pongah. Kapal mavi marmara dalam rombongan Freedom Flotilla yang membawa bantuan kepada muslim palestina diberondong dengan  timah panas sehingga menewaskan 19 orang dan melukai 50 lebih relawan lainnya. Seperti biasa, dunia diam atas perbuatan semena-mena yahudi Israel dan hanya memberikan kecaman tanpa tindakan nyata. Amerika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/06/obamaegg.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-485" style="margin: 0px 5px;" title="obamaegg" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/06/obamaegg-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sekali lagi dunia terhenyak ketika Israel melakukan aksi terorrismenya dengan pongah. Kapal mavi marmara dalam rombongan Freedom Flotilla yang membawa bantuan kepada muslim palestina diberondong dengan  timah panas sehingga menewaskan 19 orang dan melukai 50 lebih relawan lainnya. Seperti biasa, dunia diam atas perbuatan semena-mena yahudi Israel dan hanya memberikan kecaman tanpa tindakan nyata. Amerika malah mendukung kebiadaban Israel ini. Dunia pun hanya bisa mengelus dada dan membicarakan solusi-solusi palsu dan tidak jelas seperti pengharapan pada PBB, Amerika dan OKI. Tulisan  ini tidak bermaksud menambah kepedihan kaum muslim tentang banyaknya  tulisan dan minimnya aksi, lebih kepada agar kita memiliki kesadaran  politik tentang akar masalah Palestina dan memperjuangkan solusinya secara logis, empiris dan normatif dalam Islam.<br />
<span id="more-484"></span><br />
<strong>Akar Masalah Palestina: Runtuhnya Khilafah</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tanah  itu bukan milikku, tetapi milik ummatku</em><br />
<strong>(Khalifah Abdul Hamid II, 1897)</strong><br />
<em>Nasihati Dr. Hertzl supaya jangan meneruskan rencananya.<br />
Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina),<br />
karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam.<br />
Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini<br />
dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka.<br />
Yahudi silakan menyimpan harta mereka.<br />
Jika Daulah Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari,<br />
maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya.<br />
Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang  ke tubuhku<br />
daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Daulah  Islamiyah.<br />
Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi.<br />
Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup</em><br />
<strong>(Khalifah Abdul Hamid II, 1902)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Inilah  pernyataan Khalifah kaum muslimin sebelum Khilafah Islam dihapuskan oleh  laknatullah Musthafa Kamal di Turki tahun 1924. Isi pernyataan ini  menggambarkan ketegasan kaum muslimin yang diwakili oleh Khalifahnya  dalam memandang wilayah kesatuan kaum muslim.<br />
Khilafah Islamiyyah adalah satu kepemimpinan global bagi kaum muslim  diseluruh dunia yang diwajibkan oleh rasulullah Muhammad saw. untuk  mengurusi urusan ummat dan melindungi ummat.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dulu  Bani Israil diurus urusannya (tasusu) oleh para Nabi. Setiap kali  seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya.  Sesungguhnya  tidak ada Nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, yang berjumlah  banyak” Para sahabat bertanya “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada  kami?” Nabi saw. Bersabda: “Penuhilah baiat yang pertama saja, dan  berikanlah kepada mereka yang berhak.  Sesungguhnya Allah akan meminta  pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang mereka urus</em> <strong>(HR.  Bukhari)<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Khilafah  Islamiyyah berawal setelah berakhirnya masa kenabian yang terakhir  (Rasul Muhammad saw.), diawali dengan khulafa ar-rasyidin, dilanjutkan  dengan khalifah yang lain yang tanpa putus-putusnya memberikan  perlindungan kepada ummat. Dalam masa itu, sejak tahun 623 – 1924 M,  ummat Islam bersatu dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia, pada masa  Kekhalifahan Utsmaniyyah, wilayah kaum muslim meliputi lebih dari 1/3  dunia termasuk didalamnya wilayah Palestina.</p>
<p style="text-align: center;">
<h5 style="text-align: center;"><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/world_8201.png"><img class="size-full wp-image-119 aligncenter" title="world_8201" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/world_8201.png" alt="" width="650" height="325" /></a> Kekuasaan Khilafah Islamiyyah  Utsmaniyyah (Hijau)</h5>
<p style="text-align: justify;">Pada  awal abad ke 20, Kekhilafahan Utsmaniyyah terjebak mengikuti perang  dunia pertama yang berakhir pada kekalahan pihak Jerman dan Khilafah,  setelah itu wilayah khilafah dipecah menjadi negara-negara yang lebih  kecil dan diserahkan kepengurusannya kepada UK dan Prancis selaku sekutu  pemenang perang. Dari sinilah petaka kaum muslimin dimulai.<br />
Kaum zionis yahudi yang dimotori oleh keluarga bankir Rothchilds dan  pion mereka Theodore Hertzl, memang sejak awal berniat mendirikan negara  untuk menampung kaum yahudi yang ditolak di berbagai tempat di dunia,  dan tanah palestina yang mereka anggap sebagai tanah terjanji sejak awal  telah mereka incar. Pada tanggal 2 November 1917, pemerintahan Inggris  menyetujui pendirian negara israel di tanah palestina lewat deklarasi  Balfour. Deklarasi ini sekaligus mengawali pemerintahan militer di tanah  Palestina dengan Jendral Allenby yang ditugaskan UK untuk melindungi  eksodus penjajah yahudi ke tanah Palestina.</p>
<h6 style="text-align: center;"><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/69a.jpg"><img class="size-medium wp-image-120 aligncenter" title="69a" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/69a.jpg" alt="" width="259" height="285" /></a></h6>
<h6 style="text-align: center;">Departemen  Luar Negeri 2 November 1917<br />
Lord Rothschild yang terhormat, Saya sangat senang dalam menyampaikan  kepada Anda, atas nama Pemerintahan Sri Baginda, pernyataan simpati  terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan kepada dan disetujui  oleh Kabinet.</h6>
<h6 style="text-align: center;">&#8220;Pemerintahan  Sri Baginda memandang positif pendirian di Palestina tanah air untuk  orang Yahudi, dan akan menggunakan usaha keras terbaik mereka untuk  memudahkan tercapainya tujuan ini,</h6>
<h6 style="text-align: center;">karena  jelas dipahami bahwa tidak ada suatupun yang boleh dilakukan yang dapat  merugikan hak-hak penduduk dan keagamaan dari komunitas-komunitas  non-Yahudi yang ada di Palest</h6>
<h6 style="text-align: center;">ina,  ataupun hak-hak dan status politis yang dimiliki orang Yahudi di  negara-negara lainnya .“ Saya sangat berterima kasih jika Anda dapat  menyampaikan deklarasi ini untuk diketahui oleh Federasi Zionis.<br />
Salam, Arthur James Balfour</h6>
<p style="text-align: justify;">Tak  lama setelah itu, pada Desember 1922, Liga Bangsa Bangsa (League of  Nations) yaitu cikal bakal PBB (United Nations), kemudian memberikan  landasan yudisial yang lebih kuat bagi UK dengan memberikan mandat  pengaturan wilayah Palestina, setelah itu, eksodus kaum yahudi pun  meningkat pesat, sedikitnya 1,3 juta kaum yahudi bermigrasi dari seluruh  dunia ke tanah palestina, sejak saat itu, kaum muslimi di palestina  diusir dan dibunuh tanpa ada pembelaan dari siapapun.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/1947-partition.jpg"><img class="size-medium wp-image-121 alignleft" title="1947-partition" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/1947-partition-219x300.jpg" alt="" width="194" height="262" /></a><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/palestine_landlossthreeactcomedy.jpg"><img class="size-full wp-image-122 alignright" title="palestine_landlossthreeactcomedy" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/palestine_landlossthreeactcomedy.jpg" alt="" width="397" height="263" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Puncaknya,  pada 29 November 1947, PBB mengumumkan persetujuan berdirinya negara  Israel yang diamini oleh AS, dengan wilayah Israel yang meliputi 55%  tanah palestina, yang diikuti dengan deklarasi pendirian negara Israel  oleh PM pertama David Ben-Gurion, yang segera melakukan pengusiran dan  pembunuhan lebih besar lagi kepada kaum muslim di palestina.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah  Israel berdir, negara-negara tetangga Palestina yaitu Mesir, Yordan,  Libanon dan Siria mengumumkan perang kepada Israel, perang ini terjadi  pada tahun 1948,  1956, 1967 dan 1973. Perang Arab-Israel ini tidak  lebih adalah perang rekayasa dan hanya membuat mitos seolah-olah Israel  tidak terkalahkan, dan ini juga bukti pengkhianatan pemimpin-pemimpin  muslim (Mesir, Yordan dan Libanon) di wilayah tetangga Palestina.  Terlebih setelah perang 6 hari di tahun 1967, wilayah israel bahkan  bertambah menjadi 70%. Dan setelah itu, hingga hari ini, Israel dengan  brutal menginvasi wilayah Palestina hingga menguasai lebih dari 90%  wilayah Palestina.</p>
<h5 style="text-align: center;"><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/picture1.png"><img class="size-medium wp-image-142 alignleft" title="picture1" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/picture1-300x204.png" alt="" width="268" height="180" /></a></h5>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-141 aligncenter" title="picture2" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/picture2-300x198.png" alt="" width="282" height="185" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Solusi  Total Palestina: Khilafah Islamiyyah dan Jihad!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan  yang muncul sekarang adalah, bagaimana solusi total masalah Palestina?  Kepada siapakah ummat Islam bisa berharap? Kepada PBB?!, ini mustahil  karena justru PBB adalah organisasi yang justru memberikan persetujuan  dan pengakuan terhadap Israel. dan melahirkan negara Israel Faktanya, sampai sekarang PBB tidak  pernah memberikan sanksi kejahatan perang yang telah dilakukan oleh AS  dan Israel. Bahkan dalam insiden Mavi Marmara, PBB tidak dapat bertindak apapun!</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada  AS?!, apalagi, karena merekalah selama ini yang menganak emaskan Israel  dan memberikan bantuan baik secara fisik dan pengaruh. Obama dalam  pidatonya di AIPAC dengan jelas menyampaikan “Saya berjanji kepada Anda,  bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun,  untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel, tapi juga menjamin bahwa  rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang  dibuat 60 tahun lalu”, dia pun menjamin dana 50 juta dolar AS untuk  membantu persenjataan Israel. Pendahulu Obama, Bush juga mengatakan  dengan nada yang serupa ketika menyalahkan HAMAS dalam invasi Israel ke  jalur Gaza. Maret 2010, pernyataan Hillary Clinton didepan AIPAC menegaskan kembali hubungan &#8216;mesra&#8217; Israel-AS: &#8220;<span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_article_control_lblArticleBody">For  President Obama, for me, and for this entire administration, our  commitment to Israel’s security and Israel’s future is rock solid,  unwavering, enduring and forever&#8221;. (bagi presiden Obama, bagiku, dan bagi semua orang disini, komitmen kami untuk keamanan Israel dan masa depan Israel sekeras batu, kukuh, abadi dan selamanya!) Begitupun pembelaan Obama terhadap Israel dalam Invasi Mavi Marmara seperti yang dilansir Gedung Putih: &#8220;</span><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>AR-SA</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">The President affirmed the importance of finding better ways to provide humanitarian assistance to the people of Gaza without undermining Israel&#8217;s security,&#8221; (Presiden -Obama- mengafirmasi perlunya menemukan cara yang lebih baik untuk menyediakan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza tanpa mengganggu keamanan Israel)</span></p>
<p style="text-align: justify;">Kepada  organisasi HAM dan Demokrasi?!, inipun bathil, karena HAM dan Demokrasi  adalah alat barat yang berstandar ganda, yang hanya berpihak apabila  sang empunya yang mendapatkan masalah, dan hanya digunakan untuk  menyudutkan kaum muslim. HAM ada ketika iraq dilengserkan untuk  kepentingan minyak AS, tetapi HAM hilang ketika ribuan muslim Palestina  dibantai. Demokrasi didengungkan dalam pemilihan presiden AS tetapi bisu  saat ummat Islam menginginkan dipimpin oleh sistem Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada  OKI?!, telah terbukti ternyata OKI hanyalah terdiri dari  pengecut-pengecut yang berkumpul karena ada kepentingan selain Islam dan  sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka hanyalah boneka yang digerakkan  AS. Arab Saudi merupakan pembeli senjata perang terbanyak buatan AS,  tetapi tidak pernah menggunakannya untuk kepentingan kaum muslim. Mesir  mempunyai universitas paling terkenal di dunia Islam, tetapi memfatwakan  jihad dan mengirim tentaranya saja tidak mampu, bahkan  sampai sekarang mereka menutup  pintu Rafah yang berhubungan langsung dengan Gaza , membangun tembok pemisah dan menghancurkan terowongan bantuan di Gaza serta menangkapi  aktivis Islam yang membela saudara mereka di Palestina.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada  pemerintah Indonesia?!, rupa-rupanya menjaga perdamaian dunia masih  menjadi isapan jempol pengantar tidur bagi anak-anak saja, tidak ada  faktanya. Bahkan presiden Indonesia dalam salah satu pidatonya  menyatakan bahwa &#8220;Ini bukan perang agama&#8221;, untuk menutupi fakta yang  sebenarnya. Bahkan dalam insiden Mavi Marmara ini presiden memberikan pernyataan yang tidak jelas arahnya dan memilih diam dan menunggu hasil diskusi dengan Obama?!</p>
<p style="text-align: justify;">Berharap  akan berdirinya dan berdamainya Israel dan Palestina?!, ini haram,  karena tanah itu milik kaum muslim dan haram hukumnya membiarkan wilayah  kita diambil oleh kafir yahudi. Kita tahu bahwa yang Israel inginkan  justru pendirian negara Palestina merdeka yang mengambil wilayah diluar  wilayah Palestina yang awal dan mengambil wilayah Yordan dan Mesir. Maka  pendirian negara Palestina adalah haram karena berarti kita mengakui  pendudukan tanah Palestina oleh Israel.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika  kita melihat semua permasalahan ini, nyatalah, bahwa satu-satunya solusi  bagi kaum muslim termasuk saudara kita di palestina adalah :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Kembalinya  Kepemimpinan Global bagi Kaum Muslim, Kembalinya Khilafah Islamiyyah!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Khilafah-lah  yang akan memimpin dan mengkomandoi 1,5 milyar kaum muslim di seluruh  dunia untuk dan berjihad. Yang akan melindungi dan mempertahankan  seluruh wilayah dan tanah kaum muslim. Khilafah dan Jihad!, dua kata  untuk mengubur Zionis Yahudi. Inilah satu-satunya solusi yang diberikan  Allah dan Rasulnya kepada kita</p>
<p style="text-align: center;"><em>Dan  berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu  bercerai berai</em><br />
<strong>(TQS ali-Imran [3]: 103)</strong><br />
<em>Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul  (Nya), dan ulil amri (khalifah) di antara kamu</em><br />
<strong>(TQS an-Nisaa [4]: 59)</strong><br />
<em>Perumpamaan kaum mukminin dalam saling cinta dan sayang mereka  laksana satu tubuh, jikalau ada satu anggota tubuh yang mengeluh, maka  seluruh tubuh ikut merasakan demam dan bergadang</em><br />
<strong>(HR Bukhari dan Muslim)</strong><br />
<em>Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana satu bangunan yang  sebagiannya menguatkan sebagian lainnya</em><br />
<strong>(HR Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Oleh  karena itu, tidaklah kita mencukupkan pada aksi-aksi saja, kepada  pengiriman bantuan saja, dan kepada protes dan pengutukan saja, tetapi  lebih daripada itu, setiap ummat Islam mesti memiliki kesadaran politik  bahwa satu-satunya solusi mereka adalah tegaknya kembali Khilafah Islam  yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan secara sadar dan  sistematis memperjuangkan tegaknya Khilafah itu dengan seluruh kekuatan  yang ada pada diri kita</p>
<p style="text-align: justify;"><em> Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin nyawa dan harta  mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada  jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi)  janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan  siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka  bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah  kemenangan yang besar</em><strong> (TQS at-Taubah [9]: 111)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Presentasi  Terkait:<a href="http://www.indowebster.com/STMP.html" target="_blank"> Solusi  Total Masalah Palestina</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/06/03/insiden-mavi-marmara-bukti-nyata-tiada-solusi-selain-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m Sorry, It&#8217;s not a Choice but It&#8217;s a Fate</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/05/07/im-sorry-its-not-a-choice-but-its-a-fate/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/05/07/im-sorry-its-not-a-choice-but-its-a-fate/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 07:52:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akidah]]></category>

		<category><![CDATA[Nafsiyah]]></category>

		<category><![CDATA[beyond]]></category>

		<category><![CDATA[fate]]></category>

		<category><![CDATA[inspiration]]></category>

		<category><![CDATA[taqdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[to see beyond the eyes can see
to believe beyond the beliefs can believe
to inspire beyond the inspiration

Itu sedikit yang akan Anda dapatkan ketika membeli buku saya yang pertama (promosi mode: ON), setidaknya itulah yang menjadi harapan saya ketika orang membaca buku saya. Saya harapkan pembaca buku saya mulai untuk melihat lebih dari dengan mata, meyakini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/05/cover-bti-cmyk.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-476" title="cover-bti-cmyk" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/05/cover-bti-cmyk-230x300.png" alt="" width="155" height="202" /></a><strong>to see beyond the eyes can see<br />
to believe beyond the beliefs can believe<br />
to inspire beyond the inspiration<br />
</strong><br />
Itu sedikit yang akan Anda dapatkan ketika membeli buku saya yang pertama (promosi mode: ON), setidaknya itulah yang menjadi harapan saya ketika orang membaca buku saya. Saya harapkan pembaca buku saya mulai untuk melihat lebih dari dengan mata, meyakini lebih dari kepercayaannya dan terinspirasi lebih. Tercermin dari cover buku yang saya desain sendiri, bahwa suatu saat bisyarah rasulullah akan digenapi. Takluknya Roma yang melambangkan takluknya dunia barat.<span id="more-475"></span></p>
<p>Orang yang pertama yang langsung saya berikan buku ini setelah terbit adalah ayah saya. Setelah 2 hari ayah saya menemui saya dan berkata:<br />
“Lix, pak Tomi (bukan nama yang sebenarnya), bilang kalo dia nggak yakin sama 2 hal dalam buku ini”.</p>
<p>“Yang mana pi?” jawab saya.</p>
<p>“Ini, 1. Kota Roma akan takluk di tangan kaum muslim, dan 2. Jakarta akan rata dengan Islam”.</p>
<p>Saya cuma nyengir.  Lalu berkata:<br />
“Justru untuk itulah bukunya saya tulis, supaya orang jadi yakin, baca dulu nanti yakin”.</p>
<p>Diluar dugaan teman ayah saya yang muslim lalu berkata pada ayah saya:<br />
“Ya wajarlah pak, shalat aja pak Tomi nggak, gimana mau percaya?! heheheh..”.</p>
<p>Terkadang lucu memang melihat muslim yang sekarang. Benar-benar sudah terlepas dari akar pemahaman Islamnya. Perkara-perkara pasti dijadikan nisbi, perkara nisbi dijadikan pasti. Aneh!. Perkara bisyarah rasulullah adalah perkara wahyu, dan wahyu adalah perkara Allah, maka mari sedikit saya yakinkan kembali semua manusia bahwa urusan wahyu adalah urusan kepastian.</p>
<p>Perlu kita perhatikan bahwa Allah di dalam al-Qur’an, ketika menjelaskan perihal janji akan kekuasaan kaum muslim atau penaklukkan kaum muslim, selalu menutupnya dengan kalimat “wa Allahu ‘ala kulli syai’in qadiir!” – “Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Misalnya dalam ayat ini:</p>
<p>وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلا رِكَابٍ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ<br />
Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kuda pun dan (tidak pula) seekor unta pun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS al-Hasyr [59]: 6)</p>
<p>Kata قدير berasal dari kata  قدر yang berarti: mampu, berkuasa, menentukan, menetapkan. Seringkali kita mendengar kata qadarullah - قدَرُ اللهِ yang berarti ketetapan Allah atau taqdir Allah. Artinya dalam ayat tadi dimana Allah menutupnya dengan وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ bisa bermakna bahwa “Allah Maha Menetapkan atau Mentaqdirkan segala sesuatu”. Artinya penaklukkan dan kekuasaan yang akan diberikan Allah pada Rasul-Nya dan pada mukmin adalah sudah ditetapkan dan ditaqdirkan oleh-Nya yang Maha Menetapkan dan Maha Kuasa atas segala sesuatu</p>
<p>Perhatikan pembahasan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya tentang ayat janji Allah ini:</p>
<p>وَأُخْرَى لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا<br />
Dan (Allah telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menetapkan-Nya. Dan adalah Allah Maha Kuasa (Maha Menetapkan) atas segala sesuatu (QS al-Fath [48]: 21)</p>
<p>أي وغنيمة أخرى وفتحا آخر معينا لم تكونوا تقدرون عليها قد يسرها الله عليكم وأحاط بها لكم فإنه تعالى يرزق عباده المتقين له من حيث لا يحتسبون&#8230;<br />
&#8230;وقال قتادة : هي مكة واختاره ابن جرير وقال ابن أبي ليلى والحسن البصري : هي فارس والروم , وقال مجاهد : هي كل فتح وغنيمة إلى يوم القيامة . وقال أبو داود الطيالسي حدثنا شعبة عن سماك الحنفي عن ابن عباس رضي الله عنهما &#8221; وأخرى لم تقدروا عليها قد أحاط الله بها &#8221; قال هذه الفتوح التي تفتح إلى اليوم</p>
<p>Menunjukkan bahwa akan ada ghanimah dan kemenangan lain yang akan datang, yang saat itu belum datang pada muslim saat itu, Allah akan menjadikannya dibawah kekuasaan kaum muslim dan Dia menetapkan semua kemenangan itu untuk kaum muslim. Sesungguhnya, Allah Ta’ala mencukupkan rizqi hamba-Nya yang bertakwa dari jalan yang tidak diduga-duga…</p>
<p>…Qatadah mengatakan, sebagian ayat ini mengacu pada penaklukkan Makkah, dan pendapat ini disetujui oleh Ibnu Jarir. Ibnu Abi Laila dan Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa ayat ini mengacu pada penaklukkan Persia dan Roma, sedangkan Mujahid mengatakan bahwa ayat ini mengacu pada semua kemenangan dan ghanimah, sampai hari kiamat. Abu Dawud At-Tayalisi menceritakan bahwa Ibnu `Abbas mengomentari ayat ini dengan kata-kata “Semua kemanangan yang kita dapat sampai dengan saat ini” (Tafsir Ibnu Katsir Surat al-Fath [48]: 21)</p>
<p>Dan perhatikan lagi ayat Allah berkenaan dengan perang Bani Quraizhah yang terjadi pasca perang Khandaq (perang Ahzab):<br />
وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا<br />
Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu (QS al-Ahzab [33]: 27)</p>
<p>Ayat ini menceritakan bagaimana kemenangan besar dan luar biasa yang didapatkan oleh kaum muslim setelah sebelumnya mereka diuji Allah dengan ketakutan yang sangat mencekam, kekuatiran memuncak dan kengerian yang sangat pada saat perang Khandaq dan perang Ahzab. Firman Allah:<br />
إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الأبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالا شَدِيدًا وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلا غُرُورًا</p>
<p>Demikianlah Allah swt menguji hamba-Nya dengan cara yang Dia kehendaki. Agar disitu terlihat siapa yang benar-benar meyakini janji-Nya dan siapa yang mendustai bahkan mengadakan prasangka-prasangka buruk kepada Allah. Prasangka buruk tersebut adalah: “Menyangkan bahwa Allah mengingkari janji-Nya”</p>
<p>Singkat kata, didepan mata kita memang banyak hal yang membuat kita ngeri, kuatir, takut. Tapi pilihannya selalu cuma 2: Mau mundur atau maju? Mau banyak prasangka atau percaya?. Look Beyond The Eyes, Believe beyond Beliefs, Inspired Beyond The inspiration!</p>
<p>Terakhir kali, saya cuma bisa bilang sama orang-orang yang masi ragu:</p>
<p><strong>Sori ya,<br />
pembebasan Roma bukan pilihan kaum Mukmin<br />
pembebasan Roma itu taqdir yang sudah ditetapkan bagi Mukmin<br />
وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/05/07/im-sorry-its-not-a-choice-but-its-a-fate/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>New Release!: Beyond The Inspiration - Felix Y. Siauw</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/05/03/new-release-beyond-the-inspiration-felix-siauw/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/05/03/new-release-beyond-the-inspiration-felix-siauw/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 23:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akidah]]></category>

		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<category><![CDATA[Nafsiyah]]></category>

		<category><![CDATA[beyond the inspiration]]></category>

		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<category><![CDATA[felix siauw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[
Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri ataupun kepada orang  lain, kenapa di satu sisi Islam diklaim sebagai agama yang sempurna dan rahmatan lil ‘alamin namun menampakkan justru sebaliknya pada  realitasnya?.
Sepertinya ummat muslim telah terbiasa mempelajari Islam hanya dari segi  What &#38; How saja. Apa &#38; Bagaimana. Sehingga lahirlah dari  kebiasaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/05/iklan1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-390" title="iklan1" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/05/iklan1.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-388"></span>Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri ataupun kepada orang  lain, kenapa di satu sisi Islam diklaim sebagai agama yang sempurna dan<em> rahmatan lil ‘alamin</em> namun menampakkan justru sebaliknya pada  realitasnya?.</p>
<p>Sepertinya ummat muslim telah terbiasa mempelajari Islam hanya dari segi  <em>What &amp; How</em> saja. Apa &amp; Bagaimana. Sehingga lahirlah dari  kebiasaan semacam ini yang sangat mengetahui apa itu Islam, bagaimana  Islam bekerja. Tetapi walaupun mereka mengetahui semua itu, tetap saja  kewajiban-kewajiban yang mereka ketahui itu dilalaikan.</p>
<p>Padahal selain <em>What &amp; How</em>, ada sesuatu pertanyaan lain yang  perlu ditanyakan oleh kaum muslim. <em>Why?</em>. Pertanyaan <em>Why</em> inilah yang akan memberikan inspirasi, motivasi dan alasan bagi seorang  muslim untuk mengetahui sebab peradaban Islam yang tinggi yang pernah  dibangun rasulullah saw dan para shahabat, yang dilanjutkan oleh para  khalifah setelahnya dan panglima perang semacam Khalid bin Walid, Sa’ad  bin abi Waqqash, Thariq bin Ziyad dan Muhammad al-Fatih. Merekalah yang  menjadikan Islam <em>Beyond The Inspiration</em>.</p>
<p>Walhasil, <em>Why Islam?</em></p>
<h3 style="text-align: center;"><a href="http://pasarkhilafah.com/index.php?main_page=product_info&amp;cPath=1&amp;products_id=206" target="_blank">Pemesanan/Pembelian Buku Beyond The Inspiration Klik disini</a></h3>
<h4 style="text-align: center;"><a href="http://www.mediafire.com/?l1tlmtqmzuj" target="_blank">Download Prologue (PDF)</a></h4>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/05/03/new-release-beyond-the-inspiration-felix-siauw/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Avatar: Reflection of Capitalism Spreading Method: Imperalism!</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/04/05/383/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/04/05/383/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 03:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[avatar]]></category>

		<category><![CDATA[imperialisme]]></category>

		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>

		<category><![CDATA[politik amerika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin barusan nonton film di notebook kesayangan, film yang udah lama  disimpen di harddisk dan baru kesempetan nonton, judulnya AVATAR.  Awalnya pas liat skrinsut film agak sedikit bingung, kok ada 3D segala  gabung sama real. Tapi setelah selesai nonton 160 menit, ada satu hal  yang saya dapat: bisa jadi film ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kemarin barusan nonton film di notebook kesayangan, film yang udah lama  disimpen di harddisk dan baru kesempetan nonton, judulnya AVATAR.  Awalnya pas liat skrinsut film agak sedikit bingung, kok ada 3D segala  gabung sama real. Tapi setelah selesai nonton 160 menit, ada satu hal  yang saya dapat: bisa jadi film ini termasuk film paling politis selama  tahun ini.<br />
<span id="more-383"></span></p>
<div class="photo photo_center" style="text-align: justify;">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31219887&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=10150144041100284&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=10150144041100284&amp;id=1312117588"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs493.ash1/26954_1430395322525_1312117588_31219887_3494137_a.jpg" alt="" width="139" height="205" /></a></div>
</div>
<p style="text-align: justify;">Dengan  biaya sebesar US$400 juta, film ini ternyata tidak hanya memberikan  sebuah efek 3D yang lumayan dan, tapi lebih dari itu, film ini berhasil  melukiskan watak sekulerisme secara utuh yang diwakili oleh AS, dan  politik luar negeri mereka yaitu imperialisme. Film ini juga dianggap  sebagai  “The Most Expensive Piece of Anti-American Propaganda Ever  Made”. Film ini mencoba menggambarkan secara utuh, bahwa Kapitalisme  sebagai sub-sistem yang paling menonjol dalam kapitalisme, adalah sebuah  sistem yang bertahan dengan darah orang lain. Dan mencoba mengambil  sudut pandang dari kenyataan yang sebenarnya, bukan dari sudut pandang  yang selama ini memang dikuasai oleh AS dan sekutunya, selain itu isi  dari film ini juga sarat kritikan atas kebijakan ‘War on Terror’, perang  AS di Irak dan juga perilaku AS sebagai negeri yang sangat rusak.</p>
<div class="photo_img" style="text-align: justify;"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31219956&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=10150144041100284&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=10150144041100284&amp;id=1312117588"><img class="alignright" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs493.ash1/26954_1430407082819_1312117588_31219956_1713671_a.jpg" alt="" width="111" height="73" /></a></div>
<p style="text-align: justify;">James Camerooon, sutradara Avatar dengan jelas menyampaikan bahwa film  ini memiliki keterkaitan dalam program ‘War on Terror’ dan perang Irak  dan Afghanistan dalam salah satu wawancaranya:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Kita telah  mengambil keputusan yang mengorbankan ratusan bahkan ribuan nyawa  penduduk Irak. Saya rasa orang-orang Amerika bahkan tidak tahu mengapa  itu dilakukan. Jadi, film ini semata-mata untuk membuka mata anda.”</p>
<p>“Kita mengetahui bagaimana rasanya untuk meluncurkan rudal. tetapi kita  tidak tahu bagaimana rasanya bila rudal itu mendarat di tanah dan rumah  mereka, bukan di Amerika. Saya pikir harus ada tanggungjawab moral bagi  kita untuk mengetahuinya”</p></blockquote>
<div class="photo photo_right" style="text-align: justify;">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31219890&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=10150144041100284&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=10150144041100284&amp;id=1312117588"><img class="alignright" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="unobtanium = minyak bumi dalam kenyataan" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs493.snc3/26954_1430396442553_1312117588_31219890_1503466_a.jpg" alt="" width="180" height="100" /></a></div>
<div class="caption">Mengambil  setting waktu pada tahun 2154, Avatar bercerita bagaimana kondisi bumi  yang hancur karena perbuatan manusia, oleh karena itu sebuah perusahaan  mengirimkan tentara AS ke suatu planet bernama Pandora, untuk mengambil  Unobtanium, barang tambang yang bernilai $20.000.000/kg. Namun untuk  mengeksploitasi unobtanium ini, perusahaan AS ini harus pertama-tama  harus berurusan penduduk lokal yang tinggal di tempat itu.</div>
<div class="caption"></div>
</div>
<div class="photo_img" style="text-align: justify;"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31219949&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=10150144041100284&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=10150144041100284&amp;id=1312117588"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs461.snc3/25353_1430401402677_1312117588_31219949_8286015_a.jpg" alt="" width="81" height="122" /></a>Disinilah kita mendapati kesamaan dengan dunia nyata dan bagaimana  politik luar negeri AS bekerja, sebagai manifestasi daripada kapitalisme  yang diemban AS. Rusaknya bumi bisa disamakan dengan rusaknya dan  habisnya lingkungan di AS sehingga mereka harus mencari tempat lain  untuk dieksploitasi, dan semua ini adalah ‘ulah’ para pemilik modal atau  “corporatocracy” bila kita mau meminjam istilah John Perkins dalam  “Confessions of Economic Hitman”.</div>
<p style="text-align: justify;">Unobtanium sendiri bisa diartikan sebagai minyak bumi ataupun  kepentingan lainnya. Dan tentu saja penduduk lokal ini bisa kita artikan  dengan kaum muslim yang selama ini menjadi sasaran dunia barat (baca:  AS) dikarenakan kaya-nya tanah kaum muslimin. dan Pandora adalah tanah  kaum muslim.<br />
Politik luar negeri suatu negara pasti akan terpancar dari ideologi yang  diembannya, dan ideologi AS adalah kapitalisme dan metode penyebarannya  adalah dengan imperialisme, dah hal ini sekaligus menjadi politik luar  negeri AS. Dan berikut adalah kerangka politik luar negeri AS yang dapat  kita lihat dalam film Avatar.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span>Pertama. Bila AS menginginkan sumber daya di suatu daerah,  maka pertama-tama AS akan menurunkan orang-orang dengan misi  ‘persahabatan-kerjasama-ba</span>ntuan’  dalam bidang pendidikan, budaya, supaya bangsa lokal menjadi berfikir  seperti AS.</h3>
<p style="text-align: justify;">Selfridge  (Bos perusahaan gila duit) kepada Dr. Augustine (peneliti yang  dimanfaatin):</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Look you&#8217;re supposed to be winning the hearts  and minds of the natives. Isn&#8217;t that the whole point of your little  puppet show? If you walk like them, you talk like them they&#8217;ll trust  you. We build them a school, teach them English!”</p></blockquote>
<h3 style="text-align: justify;">Kedua. Bila cara ini tidak mampu, maka mreka akan mengirimkan  pasukan infiltrasi dan intelijen untuk mengetahui bagaimana potensi,  kekuatan, kelemahan, dan bagian-bagian penting pada penduduk lokal yang  seterusnya akan dianalisis, siap-siap jikalau penduduk lokal tidak mau  kerjasama. Info lebih lengkap boleh baca di “Confessions of Economic  Hitman”nya John Perkins.</h3>
<p style="text-align: justify;">Col.  Quaritch (kayak bush dan obama, sama-sama gila perang) kepada Jake Sully  (ceritanya dia jadi hero):</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Look, Sully, I want you to  learn this savages from the inside, I want you to gain their trust. I  need to know how to force their cooperation or hammer them hard if they  won&#8217;t”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selfridge  kepada Jake Sully (pas mau infiltrasi dan ng-intelin penduduk lokal):</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Killing  the indigenous looks bad, but there’s one thing shareholders hate more  than bad press; and that’s a bad quarterly statement (laporan keuangan  yang jelek). Look, I don’t make the rules. Find me a carrot to get them  to move, or it’s going to have to be all stick.”</p></blockquote>
<h3 style="text-align: justify;">Ketiga. Nah, kalo penduduk lokal nggak mau menyerah dan tertipu oleh  penjajahan politik dan budaya, maka akan dibuat opini negatif dan buruk  serta mengerikan tentang bangsa lokal tersebut, lalu segera diturunkan  serigala-serigala militer yang siap menghancurkan apapun yang  seolah-olah untuk kepentingan yang lebih luas, seolah-olah militer itu  adalah bagian yang baik dan sedang memerangi kejahatan, tapi sebenarnya  untuk mendapatkan yang diinginkan oleh pemilik modal ‘corporatocracy’  tersebut.</h3>
<p style="text-align: justify;">Jake Sully (mengomentari tindakan invasi  militer):</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“This is how it&#8217;s done. When people are sitting  on shit that you want, you make them your enemy. Then you&#8217;re justified  in taking it!”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Inilah politik amerika yang dipakai untuk seluruh kaum muslim di dunia.  Bedanya, Irak, Afghanistan dan Palestina sudah sampai pada tahap ketiga,  sedangkan Indonesia dan penduduknya masih tertipu pada tahap pertama  dan kedua. Kita bisa lihat bagaimana banyak tokoh Indonesia membanggakan  barat dan AS dan membela AS habis-habisan padahal nyata AS memerangi  ummat muslim dan menjadikan Islam sebagai musuh dalam  kebijakan-kebijakannya.</p>
<p><strong>Coba pikir baik-baik.</strong></p>
<p>Ketika penduduk AS sendiri sudah paham bahwa tidak ada perbedaan antara  Obama dan Bush tentang keduanya maniak perang, ternyata tokoh muslim di  Indonesia masih banyak yang membelanya bahkan menghormatinya.</p>
<p>Ketika analis AS telah menyampaikan bahwa ‘War on Teror’ dan 911 adalah  rekayasa AS untuk mendapatkan justifikasi menjajah bangsa lain, ternyata  cendekiawan muslim di Indonesia malah membela AS dan menunjuk ummat  satu agama dengan mereka sebagai teroris.</p>
<p>Ketika dunia mengutuk kekejaman AS membantai lebih dari 1.000.000 rakyat  sipil Irak dan mengutuk atas seluruh kekejama perang AS di Vietnam,  Afghanistan dan lainnya, Indonesia malah memuji AS dan pemimpinnya  mengatakan “I love US with all it faults, I&#8217;ll consider it my second  country”.</p>
<p>Jadi negara macam apa yang nggak punya jatidiri semacam ini?, Ummat  macam apa yang ternyata lebih memilih aturan penjajah-nya daripada  aturan Tuhan tempatnya kembali?</p>
<p>I Do Love this Land of Indonesia, so that I’ll United it for sure Under  Khilafah Islamiyyah!</p>
<p>Felix Siauw<br />
Islamic Inspirator</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/04/05/383/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Kata Dunia: Most Stupid Slogan Ever!</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/03/30/379/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/03/30/379/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 05:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<category><![CDATA[apa kata dunia]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[pajak]]></category>

		<category><![CDATA[suap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[“Ada urusan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (Muhammad saw.)
Sudah lama saya ingin membuat tulisan ini, semenjak awal saya melihat iklan dengan slogan “apa kata dunia” yang menghiasi media, saya terus terang merasa terganggu dan sedikit eneg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">“Ada urusan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (Muhammad saw.)</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah lama saya ingin membuat tulisan ini, semenjak awal saya melihat iklan dengan slogan “apa kata dunia” yang menghiasi media, saya terus terang merasa terganggu dan sedikit eneg setiap kali mendengar iklan ini. Sepertinya inilah wakilnya wajah negara yang memakai baju kapitalisme-sekuler, maunya menang sendiri, kalo menyangkut urusan pemerintahan maka semuanya harus cepat, bagus, diurus, dan penuh toleransi, alasanya sih “Demi rakyat”, pergi keluar negeri argumennya “demi rakyat”, beli mobil baru katanya “demi rakyat”. Tapi kalo rakyat minta diurus agak cepetan dia bilang “sabar dulu, semua ada masanya, ada prosedurnya”, atau kalo rakyat ngeluh maka dia bilang “rakyat mandiri dong, jangan manja!”. Capek deh!<span id="more-379"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dan wajah buruk itu akhirnya kebuka sendiri, seorang pegawai biasa Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak diduga memiliki rekening mencurigakan hingga Rp 25 miliar, tinggal di rumah mentereng, punya apartemen di singapura, gonta-ganti mobil mewah, dan bahkan ”kabur” ke luar negeri. Kalo bang Ben masi idup die bakal ngomong: “Bujubune!, aye kerje sampe ko’it juga kagak dapet nyang gituan! gile bener dah!”. Dan ini baru puncak gunung es, bawahnya jelas mengakar gede, sehingga sangat sulit untuk membongkar sampai kebawah. Cerminan jelas “CAPITALISM EFFECT” yang ngalah-ngalahin “A** EFFECT” heheheh..</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kapitalisme-sekuler ada cacat bawaan yang akan selalu ada pada sistem dan badan apapun didalam pemerintahan, termasuk pajak. Survei ICW (2001), Partnership (2001), PERC (2005) dan TI (2005) menyatakan bahwa masyarakat dan kalangan bisnis secara konsisten mempersepsikan Ditjen Pajak sebagai salah satu lembaga terkorup. Pada tahun 2005, Kwik Kian Gie yang waktu itu kepala Bappenas menyatakan bahwa sektor pajak bocor Rp. 180 trilliun pertahun dan diperkuat dengan Faisal Basri yang mengatakan bocornya 40 trilliun. Bahkan jauh sebelum itu, pada masa orba, Prof. Sumitro telah mengatakan waste and loss di sektor pajak mencapai 30%.</p>
<p style="text-align: justify;">Menarik pula bila kita membaca artikel Jakarta Post Tanggal 10 Desember 2004 ”Graft spirals out of control at tax office”. Yang menceritakan seorang pegawai biasa di Dirjen Pajak yang mampu membeli BMW seri 5 dengan gaji bulanan hanya Rp. 3 juta. Dan pegawai ini menjelaskan bahwa uang hasil suap dan pemerasan dibagi 25% untuk kolektor, 15% untuk asistennya, kepala seksi 25% dan kepala kantor pajak 30%, yang nantinya kepala kantor pajak akan mendistribusikannya untuk pejabat-pejabat atasannya di dirjen pajak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudahlah bermasalah dari segi penerimaannya yang penuh dengan kecurangan, ternyata pengeluaran pajak ini pun bukan untuk kepentingan rakyat seperti yang di-klaim, Ichsanudi Noorsy mengatakan bahwa hanya 80-90 trilliun yang kembali ke masyarakat (jika penerimaan pajak 2009 577 trilliun, maka cuma 13-14%), sedangkan untuk bayar utang bisa sampe 115-170 trilliun. TI (2009) melaporkan bahwa suap di Kantor Pajak Negara potensial 14% dengan rata-rata nilai korupsi Rp. 8.502.000. Sedangkan di Kantor Pajak Daerah sebesar 17% dengan rata-rata suap sebesar Rp. 4.709.000.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau dikatakan kehancuran di bidang pajak ini adalah masalah individual, sepertinya nggak juga deh, karena kalo individu yang bermasalah maka jumlahnya sedikit, tapi faktanya justru yang salah ini mendominasi, maka jelas sekali ini adalah kerusakan sistemik dari sistem yang salah.<br />
Maka wajarlah rasulullah mengancam dalam hadits-haditsnya:</p>
<p style="text-align: justify;">لا يدخل الجنة صاحب مكس<br />
tidak akan masuk surga para penarik pajak (HR. Hakim)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kitab al-Kabair, adz-Dzahabi mengatakan:</p>
<p style="text-align: justify;">والمكاس من أكبر أعوان الظلمة بل هو من الظلمة أنفسهم فإنه يأخذ ما لا يستحق ، والمكاس فيه شبه من قاطع الطريق وهو من اللصوص ، وجابي المكس وكاتبه وشاهده وآخذه من جندي وشيخ وصاحب راية شركاء في الوزر آكلون للسحت والحرام<br />
Pemungut pajak adalah termasuk pembantu bagi penguasa zalim yang paling penting. Bahkan pemungut pajak itu termasuk pelaku kezaliman karena mereka mengambil harta yang tidak berhak untuk diambil. Pemungut pajak itu memiliki kesamaan dengan pembegal bahkan dia termasuk pencuri. Pemungut pajak, jurus tulisnya, saksi dan semua pemungutnya baik seorang tentara, kepala suku atau kepala daerah adalah orang-orang yang bersekutu dalam dosa. Semua mereka adalah orang-orang yang memakan harta yang haram”</p>
<p style="text-align: justify;">Juga sabda rasulullah saw.</p>
<p style="text-align: justify;">يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا<br />
Akan ada pada akhir zaman para pemimpin yang zalim, para menteri yang fasik, para hakim yang khianat, dan para fukaha yang pendusta. Siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, janganlah sekali-kali dia menjadi pemungut harta mereka, menjadi pejabat mereka, atau menjadi polisi mereka (HR ath-Thabrani).</p>
<p style="text-align: justify;">Teranglah dari hadits diatas bahwa rasulullah telah mengingatkan bahwa dalam kondisi tidak diterapkannya Islam, maka sistem pastilah akan menjadikan para penguasa dan pejabat-pejabatnya serta para fuqaha menjadi korup, maka kita dipesankan agar tidak menjabat apapun termasuk menjadi pemungut pajak, karena pasti akan membuat kita melakukan dosa.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan itu semua, Islam mempunyai cara sendiri dalam mengatur keuangan negara. Yang jelas Islam tidak akan menarik harta dari ummat kecuali dengan perintah Allah dan keridhaan ummat padanya. Islam memiliki beberapa jenis pendapatan yang memastikan bahwa negara tidak lagi perlu untuk secara permanen dan rutin membebankan ummat. Pendapatan negara ini mencakup ghanimah, jizyah, fai, jharaj, zakat mal, infaq, hibah, wakaf, penegelolaan SDA dan dlaribah. Keampuhan pengelolaan dalam masa Khilafah yang menerapkan Islam total Ini terbukti pada masa Umar bin Abdul Aziz yang mempunyai kelebihan uang zakat yang tidak dibagikan bahkan setelah beliau melunasi seluruh hutang, menikahkan jejaka dan memberi harta kepada ahlu dzimmah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang jelas pula, tidak akan ada rasa sombong dan jumawa sebagaimana yang kita lihat pada petugas pajak dan pemerintahan saat ini. Insya Allah seluruh aparat negara Khilafah akan bermental sebagaimana Umar bin Khattab, sebijaksana Abu Bakar, sangat penyayang seperti Utsman bin Affan dan secerdas Ali bin Abu Thalib. Mudah-mudahan dengan kasus ini semakin jelas pada diri ummat bahwa tidak ada jalan lain bagi mereka selain kembali kepada aturan Allah Azza wa Jalla.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi apa kira-kira kata dunia:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/05/lee-world-small.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-408" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="lee-world-small" src="http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2010/05/lee-world-small-300x171.png" alt="" width="300" height="171" /></a><br />
Makanya, kalo pilih sistem pemerintahan mbok ya o pake otak -maksudnya pake syari&#8217;at Allah-, jangan pake dengkul -maksudnya sistem thaghut-</p>
<p style="text-align: justify;">yang lagi kesel sama sistem kapitalis, tiap hari begini..<br />
-Felix Siauw</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/03/30/379/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>B.A.C.A.!: Investiasi Terbaik Pengemban Dakwah</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/03/09/baca-investiasi-terbaik-pengemban-dakwah/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/03/09/baca-investiasi-terbaik-pengemban-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 02:29:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<category><![CDATA[baca]]></category>

		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<category><![CDATA[pasarkhilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam hidup saya, saya banyak sekali bertemu dengan orang-orang yang hebat atau super hebat. Beberapa orang menginspirasi saya dengan caranya sendiri-sendiri. Terkadang orang-orang semacam ini membuat saya berfikir: “Bagaimana mereka bisa menjadi seperti ini?”. Akhirnya setelah melihat kesamaan pada mereka semuanya saya bisa menyimpulkan satu hal yang sederhana: “Mereka sama-sama punya perpustakaan pribadi”.

Membaca adalah suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="photo photo_left">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3791981&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=367002134760&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=367002134760&amp;id=211520456657"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs425.ash1/23554_348714076657_211520456657_3791981_3990456_a.jpg" alt="" width="180" height="240" /></a>Dalam hidup saya, saya banyak sekali bertemu dengan orang-orang yang hebat atau super hebat. Beberapa orang menginspirasi saya dengan caranya sendiri-sendiri. Terkadang orang-orang semacam ini membuat saya berfikir: “Bagaimana mereka bisa menjadi seperti ini?”. Akhirnya setelah melihat kesamaan pada mereka semuanya saya bisa menyimpulkan satu hal yang sederhana: “Mereka sama-sama punya perpustakaan pribadi”.</div>
</div>
<p>Membaca adalah suatu aktivitas yang istimewa, bahkan Allah swt telah menegaskannya dalam ayat pertama yang dia turunkan dalam al-Qur’an. Dan Allah menurunkan ayat pertama ini dalam bentuk perintah, Iqra’ – Bacalah!. Ini menandakan bahwa Allah betul-betul mewajibkan kaum muslim untuk “membaca” yang pada akhirnya akan membuatnya mendapatkan Allah swt sebagai Tuhannya dan Islam sebagai agamanya.<span id="more-377"></span></p>
<p>Ada suatu ungkapan yang menyatakan &#8220;Membaca adalah kunci keberhasilan di sekolah (Reading is the key to success in school). Ungkapan ini dibahas secara menarik dalam buku &#8220;The World Book student Handbook&#8221;. Dalam bab &#8220;Why is Reading Important&#8221; dibahas tentang sekelompok guru di Amerika Serikat yang mengadakan penyelidikan tentang murid sekolah dan problema belajar. Salah satu kesimpulan mereka yang menarik adalah:</p>
<p>bahwa seorang murid yang tidak berhasil dalam suatu bidang tertentu umpamanya matematika, masih bisa berhasil dalam bidang studinya yang lain. Tetapi seorang murid yang malas membaca hampir selalu tidak berhasil dalam semua bidang studinya.</p>
<p>Kita memang tak perlu lagi diingatkan dengan hal yang seperti ini karena al-Qur’an sebenarnya telah mendorong ummatnya secara luar biasa untuk membaca. Tapi sayangnya, tidak semua orang khususnya muslim yang benar-benar sadar pentingnya aktivitas membaca ini. Dan seringkali mengesampingkan aktivitas ini. Data BPS (2006) memberikan kita informasi bahwa orang Indonesia lebih suka menonton TV (85,9%) dan atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5%). Berdasarkan hasil survei Unesco, minat baca masyarakat Indonesia paling rendah di Asean. Sementara, menurut survei yang dilakukan terhadap 39 negara di dunia, Indonesia menempati posisi ke-38. Belum lagi fakta bahwa surat kabar di i Indonesia angkanya 1:45; artinya setiap 45 orang mengonsumsi satu surat kabar. Di Filipina angkanya 1:30 dan di Sri Lanka angkanya 1:38. Bahkan meminjam buku di perpustakaan pun hanya dilakukan oleh 10-20% rakyat Indonesia.</p>
<p>Pahit memang, menyaksikan Indonesia yang sebagian besar adalah muslim, tetapi ternyata masih sangat jauh minat bacanya, padahal al-Qur’an telah memberikan indikasi yang sangat jelas bahwa Allah memberikan pengetahuan kepada manusia melalui perantaraan kalam.</p>
<p>Teringat masa kecil sebelum saya meninggalkan kejahiliyahan, buku adalah teman dekat saya. Kamar saya tak ubahnya seperti rental komik, dan 90% uang jajan saya habis untuk membeli buku komik. Ketika SMP-SMA, saya mulai membaca novel dan buku-buku semacam Sherlock Holmes, Lupus, ataupun novel tulisan Enid Blyton, R.L. Stine dan semua novel fiksi. Ketika menjadi seorang muslim, saya sangat memahami bahwa saya tidak seperti yang lain, saya tidak memilki pengetahuan dasar dalam Islam sebagaimana yang lain. Maka strategi saya adalah: “Lebih baik nggak makan daripada gak punya buku”.</p>
<p>Walhasil, ketika mahasiswa saya memiliki perpustakaan pribadi kecil-kecilan. Walaupun sebagian buku saya tidak pernah saya baca hingga tuntas. Betul, memiliki buku yang banyak tidak menjamin kita membacanya hingga tuntas, tetapi setidaknya kita telah menjadikan kesempatan besar bagi diri kita sendiri untuk membaca. Logikanya, jika ada buku saja susah membaca apalagi nggak ada.</p>
<p>Sama faktanya yang saya temukan ketika saya berdakwah lewat dunia maya. 80% pertanyaan yang ditanyakan lewat inbox message atau mail saya diakibatkan oleh orang yang bertanya tidak mau dan malas membaca!. Padahal jawabannya sudah sangat jelas sekali jika mereka mau membaca. Tetapi kebanyakan dari kita memang malas membaca, karena budaya makan mi instan, maka pengetahuan pun ingin instan.</p>
<p>Tidak semua orang yang membaca buku akan menjadi besar, tetapi semua orang besar rajin membaca buku. Setiap orang-orang yang istimewa dalam hidup say apasti memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya. Dan Islam tahu betul fungsi perpustakaan ini seperti apa. Pada tahun 830, Khalifah Harun ar-Rasyid mendirikan Baitul Hikmah, perpustakaan Baghdad yang berisi lebih dari 1.000.000 literatur. Ja’far bin Muhammad (940 M) mendirikan perpustakaan di Mosul yang sering di kunjungi para ulama baik untuk membaca atau menyalin. Pengunjung perpustakaan mendapat segala alat yang diperlukan (pena, tinta, kertas dll) secara gratis. Bahkan Seperti yang dikatakan oleh Al Hakim Al Mustansir bahwa tentara Mongol menghancurkan Baghdad, jutaan buku dibuang ke sungai Tigris yang membentuk semacam “ jembatan mengapung ”. Inilah perhatian Islam terhadap perpustakaan dan buku.</p>
<div class="photo photo_center">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3791988&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=367002134760&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=367002134760&amp;id=211520456657"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs365.snc3/23554_348715186657_211520456657_3791988_7929409_a.jpg" alt="" width="180" height="239" /></a></div>
</div>
<div class="clear_center">Sepertinya tidak salah apabila leluhur kita mengatakan: “membaca adalah kunci ilmu, sedangkan gudang ilmu adalah buku”. Dan Dr. Mustafa Ashi Bai’ menasihati kita dengan kata-katanya :</p>
<p>. . . Ziarahlah ke perpustakaan sehari sekali, supaya engkau tahu karunia akal yang Allah berikan kepadamu . . .</p>
<p>Cobalah tumbuhkan minat baca kita, karena membaca adalah aktivitas yang harus ada pada seorang hamilud dakwah. Kebiasaan membaca tidak akan kita peroleh apabila minat membaca kita masih rendah. Dan minat tidak akan dapat ditumbuhkan kecuali dengan rangsangan. Yaitu adanya buku di rumah. Membeli buku tidak akan merugi, karena itu adalah investasi terbaik. Cobalah rutin membaca setelah shubuh 30 – 60 menit dan rasakan bedanya setelah 1 bulan.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/03/09/baca-investiasi-terbaik-pengemban-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Nggak Malu Kali Ya?</title>
		<link>http://biotis.co.id/felix/2010/03/01/apa-nggak-malu-kali-ya/</link>
		<comments>http://biotis.co.id/felix/2010/03/01/apa-nggak-malu-kali-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 00:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Felix Siauw</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[malu]]></category>

		<category><![CDATA[maulid]]></category>

		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biotis.co.id/felix/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[


Beberapa waktu yang lalu, ketika ummat Islam  Indonesia sedang sibuk-sibuknya memperingati maulid nabi saw. di monas,  kebetulan di TV menayangkan ceramah dari seorang ‘ustadz’ dadakan.  Pimpinan majelis dzikir nurussalam rupanya, sekaligus seorang pemimpin.  Oya, &#8216;Ustadz ini juga demennya nyanyi, baru-baru ini menelurkan album  kesekian, persembahan untuk bangsa katanya. Hehehe.. persembahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="photo photo_left" style="text-align: justify;">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31133580&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=500857125283&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=500857125283&amp;id=1312117588"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs045.snc3/13298_1393465879312_1312117588_31133580_6477578_a.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></div>
</div>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu, ketika ummat Islam  Indonesia sedang sibuk-sibuknya memperingati maulid nabi saw. di monas,  kebetulan di TV menayangkan ceramah dari seorang ‘ustadz’ dadakan.  Pimpinan majelis dzikir nurussalam rupanya, sekaligus seorang pemimpin.  Oya, &#8216;Ustadz ini juga demennya nyanyi, baru-baru ini menelurkan album  kesekian, persembahan untuk bangsa katanya. Hehehe.. persembahan kok  pake nyanyi terus.<br />
<span id="more-375"></span><br />
Dia berpesan khusus kepada para politikus khususnya dalam beretika  politik maupun bersikap dan bertindak hendaknya meniru Nabi Muhammad  SAW. Dalam kesempatan tersebut, ‘ustadz’ ini bercerita tentang sejarah  perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Tentang bagaimana beliau menghadapai  setiap tantangan dan cobaan saat memimpin umatnya. Lalu mengatakan:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Kita patut belajar dan meneladani sikap dan kepribadian  rasul dalam memimpin bangsa dan negaranya pada waktu itu. Marilah kita  contoh pikiran-pikiran beliau, tutur kata beliau, perilaku beliau, dalam  mencintai umat dan menghormati sesama manusia,&#8221;</p>
<p>“Dengan kepemimpinan dan kepribadiannya, Nabi Muhammad telah berhasil  mengubah bangsa dan negaranya yang jahiliah (bodoh) ketika itu menjadi  bangsa yang beradab. Tidak sedikit ujian dan tantangan yang dialami oleh  Rasul. Namun dengan kesadaran beliau, sejarah membuktikan seberat  apapun tantangan dan ujian itu bisa diatasi dengan pertolongan Allah.”</p>
<p>&#8220;Nabi kita adalah contoh bukan hanya bagi umat muslim, tetapi bagi  pemimpin. Kepribadiannya telah berhasil mengubah masyarakat bangsa dan  negaranya menjadi masyarakat yang beradab.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dalam membangun negeri yang penuh cobaan dan tantangan ini kita harus  mencontoh Rasulullah”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Masyaa Allah.., merinding saya ketika mendengar setiap kata-katanya.  Dalam hati banyak sekali pertanyaan dan pernyataan yang ingin saya  sampaikan. Benar, ketika orang belum tau siapa sebenarnya ‘ustadz’ tadi  tentu dia akan terkagum-kagum dengan ucapan di bibir. Tapi faktanya 0  besar, semua yang diucapkan ustadz tadi tidak pernah dia kerjakan.  definitely lips service.</p>
<p>Saya jadi berfikir, siapa yang buatin contekan ceramahnya ya? atau  jangan-jangan beliau dah tobat? atau barangkali dia diprogram mengikuti  bajunya ya?, kalau pakai koko dan peci ‘ngomongannya’ surga-neraka,  hukum Allah dan meneladani rasulullah, kalau pakai dasi omongannya  demokrasi, riba dan kebarat-baratan.</p>
<p><strong>Apa Nggak Malu Kali Ya?</strong></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Ngomongin kepribadian rasul dan cara nabi memimpin negara  tapi bener-bener gak mau memimpin negara dengan cara yang diwariskan  rasulullah dan berakhlak dengannya yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah,  malahan nabi menegaskan bahwa mesti ada khalifah dalam kekhilafahan.</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Ngomongin rasulullah telah mengubah bangsa dari jahil  menjadi beradab, tapi malah menolak sistem Islam yang menjadikan beradab  dan mempertahankan kejahililiyahan modern dengan demokrasi (suara  rakyat suara kebenaran) itu.</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Ngomongin pertolongan Allah, tapi malah menjauhkan diri dari  pertolongan Allah?. betewe, emang rasulullah pernah mengizinkan riba  gitu? saya sampe buka-buka kitab klasik, jangan-jangan rasul pernah  mengadopsi demokrasi? pernah ucapin imlek? pernah ucapin selamat natal?<strong><em> dummy!</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa Nggak Malu Kali Ya?</strong></p>
<p>Saya jadi teringat pesan Anas bin Malik kepada Abdullah bin Umar, serta  pada saya dan Anda tentang kenyataan yang begini:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Kami menemui para pemimpin kami, lalu mengatakan kepadanya  sesuatu yang berbeda dengan yang kami katakan, tatkala kami meninggalkan  mereka. Berkata (Ibn ‘Umar), “Kami biasa menyebutnya sebagai perbuatan  hipokrit (nifak).” <strong>(HR.Bukhari)</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nah, sebentar lagi kabarnya Obama pun akan mengunjungi ‘ustadz’ ini, dan  seperti biasa, sang ustadz pun menyiapkan pesta penyambutan yang sangat  mewah untuk menunjukkan loyalitasnya pada Obama. Padahal hal semacam  ini tidak pernah ditunjukkan oleh rasulullah dalam memimpin negerinya.  Rasulullah bahkan tidak pernah mengajarkan ummatnya menerima musuh yang  membunuhi kaummnya. Benar-benar rasulullah benar!</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Dan kalian akan menjumpai seburuk-buruk manusia yang bermuka  dua. Yaitu orang yang mendatangi mereka dengan satu wajah, dan  mendatangi yang lain lagi dengan wajah yang berbeda <strong>(Mutafaq‘alaih)</strong>.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya hakikat mencintai rasulullah bukanlah berkoar-koar  meneladani rasul, mencontoh rasul, mengikuti rasul. Padahal yang paling  banyak menentang ya yang ngomong itu. Mencintai rasulullah konkret,  mengamalkan setiap yang dia amalkan, tolak apa yang dia tolak. Kalau  rasul minta khilafah ya khilafah, kalo rasul pesen al-Qur’an dan  as-Sunnah ya pake, jangan banyak alasan, jangan banyak cing-cong.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Pada hari kiamat kelak, seseorang akan dibawa dan dimasukkan  ke dalam neraka, lalu isi perutnya terurai keluar, dia melilitkannya  layaknya himar memutar gilingnya. Para penghuni neraka pun berkumpul di  dekatnya, seraya bertanya, “Hai Fulan, kenapa kamu ini? Bukankah dulu  kamu memerintahkan kepada kemakrufan dan mencegah kemunkaran?” Dia  menjawab, “Memang, aku dahulu telah memerintahkan kalian pada kemakrufan  tetapi aku tidak melaksanakannya; dan mencegah kalian melakukan  kemunkaran, sementara aku melakukannya.” <strong>(Mutafaq ‘alaih)</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya saya menyimpulkan, kayaknya pemimpin-pemimpin negeri ni memang  dah nggak punya malu, Allahumma inni na’udzu bika min dzalik.</p>
<p>Orang yang berharap terus punya malu<br />
Felix Siauw</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biotis.co.id/felix/2010/03/01/apa-nggak-malu-kali-ya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
