Saya biasanya tidak pernah menolak dan sangat senang sekali bila ada permintaan untuk menginspirasi 2 forum; yaitu para pendidik (guru) dan mahasiswa. Mengapa?!, karena saya punya permintaan kepada Allah, yang saya tahu pasti Allah tidak akan mungkin mengabulkannya. Permintaan saya adalah “Saya ingin kembali ke masa lalu, dengan umur seperti seorang anak SMU yang baru memasuki sekolahnya, atau seperti seorang mahasiswa semester 1, tetapi dengan pemahaman seperti sekarang agar saya bisa mengobrak-abrik tempat itu dengan Islam” hehehe..
Karena saya mengetahui itu tidak akan Allah kabulkan, maka yang bisa saya lakukan hanyalah mentransfer semangat, inspirasi, pengetahuan, bahkan apapun juga untuk membekali jiwa-jiwa muda ini untuk meledakkan sekolah atau kampus mereka dengan Islam, menggantikan saya..
Muda memang mengasyikkan, hidup bebas belum terikat dalam suatu ikatan, tanggung jawab minim, waktu luang tersedia. Saya pun mengakui, mungkin 80% fondasi dan tsaqafah saya dibentuk melalui dunia kampus. dan Alhamdulillah Allah memilihkan ustadz-ustadz terbaik, Kang Ari (Fatih Karim), Kang Epi (Taufik), dan seabrek ustadz lain yang nggak mungkin saya sebut satu-satu. Terlebih lagi kampus, adalah dunia yang sangat kondusif untuk membentuk seorang hamilud dakwah sebelum terjun dalam masyarakat yang sebenarnya.
Toh kalau kita perhatikan, lebih dari 90% shahabat awal rasulullah saw berumur 8 – 35 tahun, yang artinya mereka juga orang muda. Orang muda memang punya banyak potensi, Anak muda sepertinya memang ditakdirkan di pundak merekalah adanya perubahan. Dan gelombang perubahan memang menjalar khususnya pada anak muda. Kalo kata bang haji, “Darah Muda”
Romantisme ndeso lagi sedikit, dulu saya masih mengingat bagaimana saya dan teman-teman bersemangat dan terinspirasi setelah ustadz MR. Kurnia berorasi, kita sangat senang menghadiri ta’lim ust. Samsuddin Abu Faqih yang mengajarkan cara melembutkan hati manusia dengan Nafsiyah Islam, kita memburu training ust. Karebet, ust. Syamsul Arifin dan ust. Jamil Azzaini sampai diomelin semaleman sama Kang Epi dan Mas Hasan. Dan ternyata dengan modal dari ustadz-ustadz inilah pola pikir anak muda di zaman saya terbingkai dan akhirnya meledak pada suatu saat =)
Teringat lagi waktu muda, pingin kembali kembali muda.. =), ternyata sekarang tidak terasa, begitu cepatnya berlalu, ketika saya mulai buka FB tahun 2008, saya bertemu banyak sekali “darah-darah muda”, tunas-tunas pejuang khilafah yang baru mulai tumbuh. Ketika saya berkomunikasi dengan mereka, subhanallah umur mereka pun masih muda-muda, kelahiran 1988, 1989, 1990. Subhanallah! =)
Satu lagi yang membuat saya merasa tambah tua ketika saya melihat adik-adik kelas seperjuangan saya di IPB, ternyata sekarang mereka sudah menjadi tulang punggung dakwah Islam, lebih daripada apa yang pernah saya bayangkan. Subhanallah.. =D,
ternyata saya sudah tua =)
Puncaknya acara KMII kemarin, bener-bener deh, haru-biru saya menyaksikan event yang masih menjadi impian di zaman kami, berharap saya menjadi salah satu dari mereka yang menyiapkan, berkorban dan berdiri ditengah terik. Terdengar cerita-cerita kesulitan panitia dari teman-teman seperjuangan.
subhanallah, ternyata saya memang sudah bener-bener tua..
Benarlah nasehat kang Epi dan kang Hasan, “Nggak akan selama-lamanya kamu terus jadi yang mendengar, suatu saat nanti Felix harus gantikan posisi kami ini”. Dalam hati saya “Haaaah!!? o_o! mana mungkin, tsaqafah mereka begitu mantap, bahasa arabnya, pengetahuan politiknya, hafalannya, pengorbanannya, belum lagi kang Epi yang bisa ceramah non-stop dari isya sampe shubuh marahin kita-kita yang bandel ini (mana mungkin saya bisa seperti itu?!)”. Tapi mereka benar, walaupun belum secanggih seperti mereka, saya terpaksa mengambil posisi mereka, dalam perjuangan dakwah ini. Its my turn !
Pikir-pikir, ustadz-ustadz saya memang luar biasa, mereka menghabiskan waktu, membuang kesempatan untuk dapat lebih banyak nafkah, bahkan mengeluarkan nafkah mereka dan rela jalan kaki nggak naik angkot demi biayai acara-acara dakwah. Mereka tidak pernah ngeluh ketika ngisi halqah jalan kaki (karna gak punya ongkos naik angkot), walau anak mereka dirumah menangis kurang susu mereka juga tidak menjadikan alasan untuk tidak hadir halqah. Subhanallah, kenapa mereka melakukan itu?!
They bet allof it on the new generation, new wave of fight!
Mereka tahu mereka tidak akan muda selama-lamanya, mereka harus melanjutkan gelombang besar perjuangan pada yang lebih muda, mereka harus menghantarkan panas semangat dakwah pada orang yang lebih muda, dengan itulah mereka akan mewariskan suatu semangat dan kekuatan yang tak ada habisnya. Dan itupun yang dilakukan oleh ustadz-ustadz mereka kepada mereka, dan seterusnya, dan seterusnya. So? kalau dirunut, saya mendapatkan semangat dari ustadz-ustadz saya, ustadz-ustadz saya mendapatkannya dari guru mereka, guru mereka mendapatkannya dari yang lebih terdahulu lagi, lalu…
We’re the one that inherit the will of Muhammad rasulullah, Insyaa Allah!
Masa muda nggak kan pernah terulang dua kali, fase kehidupan lain akan datang dengan masalah yang lain, jangan buang-buang waktu, masa muda Anda harus diledakkan sekarang juga!
Subhanallah, entah berapa lama saya diberikan kesempatan dalam menjalani perjuangan ini, sama seperti mereka yang terdahulu, saya juga akan mempertaruhkan seluruh apa yang saya miliki dalam gelombang perjuangan selanjutnya.
I’ll bet it on the new generation, new wave of fight!
Bagi ikhwanii wal akhwatii fillah, perjuangan Anda sungguh luar biasa, catatan prestasi Anda harus lebih lagi dari hari ini, jangan berpuas diri, aklselerasi dakwah adalah kewajiban bagi Anda. Insya Allah apapun yang saya miliki saya pertaruhkan pada generasi Anda, sungguh generasi selanjutnya akan lebih banyak membuat landmark-landmark dakwah yang lebih besar dalam usaha penegakan syariah-khilafah. Maka saya juga mengatakan kepada Anda:
“Tidak selamanya anda yang terus diinspirasi, suatu saat nanti Anda akan berdiri menggantikan saya, ada yang berminat?!”


Wednesday, 4. November 2009
jzklh.,,
aku ingin blajar,..dan trus blajar u/ bisa membntu dan mmbwt orang lain termotivasi.,,
Tuesday, 10. November 2009
saya siap!
Tuesday, 24. November 2009
I am ready!!!
Friday, 22. January 2010
ana masih muda,,, klo bisa ana pinjamkan saja tubuh ini buat mas felix… atau beri saja saya keberanian itu…..