Sunday, January 25th, 2009 | Author: Felix Siauw

Allahuakbar!, Allahuakbar!, Allahuakbar! wa lillahi al-Hamd!
Setelelah 22 hari berjibaku dan berperang dengan laknatullah israel,akhirnya kaum muslim di palestina dapat bernafas sedikit lega setidaknya untuk sementara, setelah israel menyatakan gencatan senjata sepihak dan HAMAS pun menyatakan yang serupa. Banyak yang menyampaikan bahwa mundurnya israel bukanlah dikarenakan oleh apapun, tapi hanyalah sebagai exit strategy mereka agar tidak kehilangan muka apabila mereka tetap menginvasi gaza dan mendapatkan kekalahan demi kekalahan. Walaupun korban dari pihak sipil di Gaza sangat luar biasa besar, secara politik kita dapat katakan bahwa kaum muslim dapat menisbikan semua tujuan israel dalam invasi ke jalur gaza.
Setidaknya ada 3 tujuan israel dalam menginvasi ke jalur gaza: (1) melumpuhkan HAMAS dan para pejuangnya, (2) teror terhadap kaum muslim di gaza agar mereka menjauhi HAMAS, atau masyarakat gaza supaya memusuhi HAMAS, dan (3) penggalangan simpati dalam negeri menyusul pemilu yang akan segera dilaksanakan di israel, atau untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Ehud Olmert dapat melindungi rakyat israel setelah kekalahan mereka di Libanon.
Bila kita melihat dari tujuan ini, maka israel bisa dikatakan gagal total, karena HAMAS ternyata tetap dengan seluruh kekuatannya, teror terhadap kaum muslim di gaza pun ternyata makin memperlihatkan siapa penguasa palestina yang pro Islam dan pro AS. wajar bila kita melihat di banyak media, HAMAS menyatakan kemenangannya dan hal ini disambut dengan luar biasa oleh kaum muslim. Tetapi masalah tidak selesai dengan kemenangan ini, yang kita pertanyakan, bagaimana keadaan Gaza pasca perang invasi israel ini?

Re-solusi Wilayah Tahun 1967: Pengkhianatan!

Kita ketahui, bahwa banyak sekali pengamat politik timur tengah memberikan solusi diplomasi antara palestina-israel, dan biasanya solusi diplomasi ini akan berakhir pada tawaran perdamaian antara palestina-israel. Hal ini harus kita waspadai dan harus kita kritisi, karena setiap perdamaian dan resolusi dengan melibatkan ide two-nation state (pembentukan dua negara) adalah suatu pengkhianatan dan pembodohan kepada kaum muslim. Dan yang paling sering diangkat adalah kembali ke keputusan wilayah tahun 1967, atau wilayah palestina-israel setelah perang enam hari yang direkayasa oleh bangsa-bangsa arab-israel-amerika. Wilayah tahun 1967 ini, akhirnya sering menjadi patokan untuk masalah penyelesaian konflik palestina-israel (pembentukan two-state nations). Padahal menjadikan wilayah tahun 1967 ini sebagai solusi, sebenarnya adalah pembodohan dan penipuan terhadap kaum muslimin, karena pada faktanya seluruh tanah palestina adalah milik kaum muslim dan yahudi israel tidak memiliki hak sedikit pun untuk menguasainya. Dengan kata lain, setiap upaya perdamaian dan penyelesaian konflik dengan kembali kepada wilayah tahun 1967 adalah pengkhianatan!, karena itu berarti mengakui kedaulatan israel.
Karena itu, kita hendaknya tidak mengkhianati perjuangan dan darah para mujahid di palestina dengan tindakan apapun yang menyebabkan kita mengakui kedaulatan israel, termasuk dengan memperjuangkan perdamaian israel-palestina berdasarkan tanah 1967. Sesungguhnya solusi satu-satunya adalah menghapuskan keberadaan israel yang sejak awal kedatangannya menjadi masalah besar di timur tengah.

Mitos bahwa israel tak terkalahkan pun sudah terpatahkan berkali-kali. pada tahun 2006 di Libanon, israel gagal total, dan terakhir di Gaza, kaum muslimin berhasil menunjukkan bahwa persatuan mereka dalam mendukung palestina, baik dalam harta, opini maupun doa, telah berhasil menguatkan pejuang muslim disana untuk mengalahkan israel.
Kemenangan Islam di Gaza: Lanjutkan Pada KEMENANGAN TOTAL!
Pengakuan kegagalan israel juga muncul dari kepala intelejen dalam negeri israel (Shin Bet), Yuval Diskin mengatakan, pasukan Israel tidak berhasil membumihanguskan seluruh terowongan-terowongan yang dibangun HAMAS. Diskin mengakui bahwa Tel Aviv gagal mencapai tujuan perangnya ke Jalur Gaza dan gagal melucuti persenjataan HAMAS, terowongan-terowongan yang dibangun HAMAS, yang diklaim israel sudah berhasil dihancurkan ternyata masih ada. Diskin juga menyatakan, HAMAS akan mampu memulihkan persenjataannya dalam jangka waktu singkat. Begitu juga dengan Partai Likud, partai oposisi pemerintah israel,  juga menilai israel tidak berhasil mencapai tujuan perangnya ke Jalur Gaza. Anggota Parlemen Partai Likud, dan pakar di bidang hukum, Yisrael Katz, menyatakan agresi militer israel ke Gaza, mengalami kegagalan. israel tidak mencapai  tujuannya, dan  menimbulkan ratusan korban dikalangan militernya.
Sedangkan kemenangan berada di pihak HAMAS dan kaum muslim, al-Jazeera memberitakan bahwa jumlah syahid di pihak HAMAS berjumlah 40 orang, Jubir HAMAS Libanon, Osama Hamdan menambahkan bahwa satu-satunya keberhasilan israel adalah membunuh warga sipil dan tidak berhasil menghancurkan sasaran yang mereka inginkan. Ketika berkunjung ke Indonesia, salah seorang pejabat HAMAS menyampaikan bahwa kekuatan HAMAS tetap ada dan tidak berkurang sedikit pun

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak, dengan izin Allah Dan Allah beserta orang-orang yang sabar” (TQS al-Baqarah [2]: 249)

Sekali lagi, hal ini seharusnya membuka mata kaum muslim, bahwa jika ummat bersatu, maka Allah akan menurunkan pertolongannya. Menjadi bayangan kita, apabila hanya pada opini dan doa saja kita bersatu, maka hasilnya sudah seperti ini, bagaimana bila semua ummat bersatu?!.
Maka marilah kemenangan kaum muslim di palestina ini kita lanjutkan dengan KEMENANGAN TOTAL! dengan kembalinya khilafah rasyidah yang menjamin tidak akan yahudi israel menginjakkan kaki mereka di tanah kaum muslim kecuali dengan teriakan jihad untuk seluruh kaum muslim. Mari kita lenjutkan kemenangan kaum muslim di palestina dengan KEMENANGAN TOTAL! yang akan membuktikan keagungan dan kemuliaan persatuan Islam dalam bingkai Khilafah Islam.
Terimakasih Gaza, perjuangan dan pengorbananmu telah menginspirasi kami ummat muslim untuk bersatu dan berjuang dan memahami bahwa tiada pelindung kecuali Allah, tiada kemenangan total kecuali dengan persatuan Islam! Allahuakbar!

اَلاَ هَلْ بَلَغْتُ.. اَللهُمَ فَاشْهَد

Category: Politik
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses

  1. sangat disayangkan sekali, kemenangan Hamas atas israel di Gaza tidak serta merta meng-isnpirasi dunia Islam untuk bersatu padu menghancurkan Israel dan meraih kemenangan total.

    Pada ahirnya memang hanya sistem khilafah sajalah yang akan mampu mempersatukan ummat Islam yang sudah tercabik cabik dalam sistem nasionalisme yang sangat sempit seperti yang kini terjadi.

  2. Akhi, tq atas materi Palestnnya. Udah ana ambil. Blog antum mantappp.

  3. amerika dajal

Leave a Reply » Log in

Powered by WP Hashcash