Tulisanku menjelang kelahiran Alila Shaffiya Asy-Syarifah, salah satu karunia terbesar Allah swt. dalam hidup seorang Felix Siauw, Alila dan Ibunya:
19.02.2008
10.00 – Pagi itu seperti biasa, aku berangkat ke kantor untuk memenuhi salah satu kewajibanku sebagai seorang muslim, mencari nafkah yang pahalanya bisa menghapus dosa yang tak bisa dihapus dengan shaum dan shalat.. Teleponku berdering, oh rupanya dari bidadariku dirumah..
“Abi, tadi ummi keluar flex darah nih, gimana ya bi…”.
“Ah, sudah dekat rupanya” batinku…
“Ya sudah, kalo mau, ummi ke RS aja bareng ibu naik taxi, nanti abi tunggu di RS”, jawabku singkat
12.00 – Kami bertemu di RS, istriku direkam dengan CTG (Cardio Toco Graph), tak lama kemudian, dokter keluar dan mengatakan
“Rekamannya bagus, tapi pembukaannya belum ada, sepertinya kelahirannya nggak akan dalam waktu 1 atau 2 hari ini, jadi pulang aja dulu ke rumah, nanti kalo ada tanda-tanda seperti yang selama ini saya katakan, baru dibawa lagi ke RS”
“Tapi dok, bagaimana dengan flex darah tadi?” aku penasaran
“Ah nggak papa, itu biasa kok pak”
Alhamdulillah, ucapku dalam hati, tidak ada masalah yang berarti…
Aku menyelesaikan pekerjaanku, pada jam 17.00, tapi mengingat jalan jakarta yang tak pernah sepi dari macet pada jam pulang kerja, aku mengurungkan niatku untuk pulang
Setelah shalat maghrib di kantor, aku menyusuri jalan untuk pulang ke rumah
3 minggu terakhir ini adalah minggu yang sangat berat bagiku. Pekerjaan seolah menemui titik klimaksnya, belum lagi pekerjaan utamaku, yaaa… mungkin pekerjaan utamaku ini tidak begitu menarik bagi kebanyakan orang, bahkan tidak jarang orang memandang sinis, lucu dan menertawakan ketika mendengarku mengucapkannya. Aku tahu, mereka semua adalah orang yang tertipu dan terlanjur memanjakan diri dalam sistem kapitalis-sekuler. Mereka memandang jabatan, kedudukan, harta, kendaraan, sebagai penentu posisi seseorang. Walaupun begitu, bila ditanya apa pekerjaan utamaku, dengan tegas aku menjawab
“Saya mempersuasi orang untuk menegakkan kalimat Allah diatas muka bumi, sampingan untuk cari nafkah yaa, kadang jadi dosen matematik, marketing, kadang-kadang marketing manager”
Yah, itulah pekerjaan utamaku, tak mudah, pun juga tak susah, tapi bayarannya gede lho..
Aku pulang kerumah tepat adzan isya, shalat lalu bercanda dengan bidadariku yang sedang kesakitan, mules-mules katanya, tak lama kemudian, sekitar jam 11 aku pun meminta izin padanya untuk istirahat
“Ummi, abi mau bobo ya, dah lama banget ni nggak bobo enak hehehehe…”
“Ya udah bi, ummi sih kayaknya nggak bisa bobo, mules terus ni bi…”
Tak lama kemudian, tak ada yang kurasakan, sunyi sepi…
20.02.08
01.24 - “ABI BANGUN!”
Terkejut aku mendengar teriakan khas itu… “Ada apa um?”
“Abi air ketubannya keluar! gimana ini bi!!!”, bagiku raut panik wajah istriku lebih mengerikan daripada kata-katanya
“Ya udah ummi, nggak papa, jangan panik ayo kita ke RS”
Dengan perlengkapan yanng seadanya aku memacu kendaraanku lebih kencang dari biasanya, menembus kegelapan jakarta, dalam hati aku bersyukur keadaan tidak macet.
15 menit kemudian aku sampai di RS, dan aku bersama mertuaku menemani istriku yang hampir seluruh jilbabnya basah karena air ketuban yang pecah sebelum waktunya. Sabar, inget Allah, dia yang memberikan segala sesuatu dan dialah tempat berharap, aku menguatkan diriku sendiri…
02.00 – “pak, belum ada pembukaan”
Innalillahi… ucapku dalam hati, belum ada pembukaan?
“Sabar ya dek, insya Allah nggak akan ada apapun…”
“Tapi mules bi, sakit..”
“Iya, abi tau.. istighfar dek, inget Allah.. sekarang semua malaikat lagi mendoakan ummi dan memohon ampun buat ummi.. istighfar dek… mudah-mudahan sakit ni membuat semua dosa ummi luruh, abi selalu disini, mendoakan adek”
“Iya bi…”
Waktu berlalu begitu cepat, shubuh lewat, jam 7, jam 8, jam 9 aku menghitung waktu… Seiring dengan bertambahnya waktu, erangan kesakitan istriku bertambah keras dan memilukan. Ya Allah, mudahkanlah istriku… surat Fatihah, dan ayat-ayat Allah entah berapa kali meluncur dari bibirku…
“Astaghfirullahaladzhiiiim, astaghfirulahaladzhiim, astaghfirulahaladzhiim…”
Ya Allah, sekejap, kelebatan dosa-dosaku muncul dihadapanku, Ya Allah, jangan-jangan ini semua karena dosaku… Ya Allah Ya kariim… Mudahkanlah istriku, mudahkanlah istriku…
”Allah… Abi…”
“Abi… sakit…”
“Allah…”
“Astaghfirullah…”
5 jam berlalu dengan kata-kata seperti ini, sungguh hancur batinku, melihat orang yang selama ini kucintai dan mencintaiku tanpa mampu berbuat apapun, dokter berkata katanya baru pembukaan 1 dari 10 pembukaan, dan mengabarkan bayinya lahir minimal 8 jam lagi.
“8 jam lagi!” tidak, tidak, ingkarku, 8 jam lagi menyaksikan kesakitan yang terus bertambah, lebih buruk daripada seluruh pengalamanku hingga saat ini..
Ya Allah, memang manusia ini dhaif dan mendzalimi diri sendiri dengan kedhaifannya itu…. sesalku atas dosa-dosaku…
11.00 – “Abi, sakit…. Abi ummi udah nggak kuat…”
DEG!, jantungku berderap kencang, darahku naik ke kepala seolah mau pingsan ketika mendengar kata-kata itu. Tidak, jangan kata itu yang keluar pikirku dalam hati. Bibirku kelu, fikirku berhenti, yang keluar adalah kata-kata yang tak pernah kupikirkan “Ummi pasti bisa, La yukalifuhullahu nafsan illa wusaha”
“Kalau Allah mewajibkan sesuatu maka pasti bisa kita tanggung dek!, adek pasti bisa, ucapku seraya mengusap keningnya..” Walaupun aku tidak yakin, bisakah aku menanggung sakit ini bila berada di posisinya.. Sungguh wanita sangat mulia dan sabar pikirku..
“Nggak bi, ummi udah nggak kuat lagi, ummi lemes..”
Ya Allah, tak ada nama yang lebih layak disebut kecuali diri-Mu, engkaulah pemberi harapan dan tempat meminta… mudahkanlah istriku… mudahkanlah istriku… Aku tahu, meskipun aku tak dapat melakukannya, tapi tetap saja aku berharap ‘seandainya rasa sakit ini bisa dipindahkan kepadaku’
rasa sakit itu terus berlanjut, ini kondisi terlemah selama hidupku, menyaksikan dia tanpa mampu berbuat apapun.. “Sabar dek, istighfar, inget Allah…” hanya itu yang mampu kuucapkan..
Tak lama kemudian suster datang membawa obat pengurang rasa sakit
“Alhamdulillah” istriku agak tenang, perlahan ketenangan mulai tampak di wajahnya…
16.00 – Setelah shalat dzuhur dan ashar, rupanya Allah menjawab doaku
“Qola rabbukum ud’uni! astajiblakum” (Berkattalalah Tuhanmu, berdoalah kepadaku! akan pasti akan kuperkenankan)
Alhamdulillah, pembukaaan 1-10 yang awalnya diteorikan di buku-buku selama 10 jam dijalani istriku dalam 4 jam.
“Dedeknya udah siap keluar ni, ibu latihan nafas ya…” suster berkata
Ini saatnya pikirku, kecemasan datang kembali, tapi tidak separah tadi…
“Dek semangat ya! bentar lagi jadi ibu… Inget Allah, banyak istighfar, pas ngeden ucapkan Allahuakbar!”
“Iya bi” senyum istriku dalam kesakitan
Lampu penerang dihidupkan, tempat bayi disiapkan untuk menyambut kelahiran anak pertama kami
16.15 – “Siap ya bu, ayo coba ditekan!” teriakan dokter diikuti usaha istriku “Aahhhh”
“Ya bagus! begitu bu, terus!”
“sssp…hhhh, Aaaargh!”
dua atau tiga kali istriku mengedan
“Bagus bu, udah keluar ni, dedeknya rambutnya tebel”
Ketika kulihat, Ya Allah gumpalan darah, apa itu yang dinamakan kepala? Kulihat istriku berhenti bernafas, “Dek semangat ayo dek”, dia masih saja tetap diam
“Ayo bu, kasian dedeknya kejepit nih! ayo dorong”
Sambil mengumpulkan tenaga istriku melanjutkan usahanya..
“Aargg!”
“Sekali lagi” dokter berkata
“AAAAA”
“Sekali lagi ibu, sudah bagus” lanjut dokter
Aku melihat gumpalan daging merah yang sepertinya tak mungkin keluar dari perut istriku, Ya Allah, itukah anakku…?! Kenapa dia tak bergerak…
“AAAAAArgh!”
cipratan air ketuban terakhir melumasi bayiku, keluar laksana bukan bayi, 2 detik kemudian ia menagis sambil meronta-ronta
“ALHAMDULILLAH DEK… ALHAMDULILLAH… Dek, alhamdulillah dek udah keluar… aku berteriak kegirangan
“Alhamdulillah” ucap istriku tak jelas karena keletihannya yang sangat…
Aku meninggalkan istriku yang dibersihkan untuk beralih kepada bayiku. Lengkap, sehat pikirku. Alhamdulillah…
Ia membuka matanya dan melihatku, sungguh kebahagiaan dalam hidupku. Engkau akan menjadi kebanggaanku anakku…
Setelah dibersihkan aku memperdengarkan kepadanya ayat-ayat Allah,
Nak, inilah kata-kata yang pertama kali diucapkan kepadamu “Allahuakbar!”
“Muliakanlah, besarkanlah Tuhan-Mu”
Mungkin engkau terlalu senang berada di dalam perut ibumu nak, Abi mengerti, disana engkau akan aman dari gangguan virus sekularisme, kapitalisme, demokrasi, HAM dan semua pemikiran lain yang tak pernah diajarkan Allah dan Rasulnya
Mungkin engkau disana tidak akan pernah mendapati orang yang mencemooh dan mengolokmu dikala menyuarakan Islam sehingga engkau betah berlama-lama disana
Mungkin disana belum kau dengar semacam liberalisme, pluralisme dan sekulerisme
Tapi tidak, rintihan ummi-mu dan kecemasan abi-mu telah berubah menjadi kebahagiaan saat engkau hadir di dunia ini. Disinilah engkau akan mengemban tugas sebagai “khalifah fil ardh” – pengelola diatas muka bumi.
Disinilah engkau akan berperang anakku, melawan semua pemikiran kufur, dan jangan lah khawatir, telah kupilihkan untukmu ibu yang baik dan sabar, yang aka
n membimbingmu di jalan-Nya
Kuharap kelak engkau menjadi seorang perempuan yang shalehah yang akan membentengi keluargamu denga Islam, kata-kata yang keluar dari mulutmu adalah Islam
Engkau akan hanya membanggakan Islam, bukan yang lain. Engkau hanya takut kepada Allah, bukan yang lain. Engkau hanya memegang panji Rasul, bukan yang lain
Kuharapkan ketika SD saat yang lain menyanyikan lagu tak bermanfaat engkau akan mendendangkan Qur’an
Kuharapkan ketika SMP disaat orang lain bermain engkau mengkaji Sunnah-Rasul
Kuharap ketika SMU disaat orang lain pacaran engkau mengenakan Jilbab dan Khimar dan berdakwah di jalan Islam
Kuharap ketika PT disaat orang lain meneriakkan “hidup mahasiswa” tapi engkau hanya ingin meneriakkan “Allahuakbar!”
Kuharap ketika berkerja disaat yang lain mengutamakan dunia engkau berorientasi pada akhirat
Kuharap engkau menemani laki-laki selevel para shahabat
dan Kudoakan engkau meninggal sebagai salah satu syahidah
Agar engkau dapat menjamin bapak dan ibumu masuk ke surga Allah yang telah dijanjikannya…
Abi dan Ummi rindu dengan panggilan Allah
Yaaa ayyatuhan nafsul mutmainnah, Irji’ii ila rabbiki radhiyatan mardhiyyah
Fadkhuli fii ’ibadiii, wadkhullii jannati


Wednesday, 10. December 2008
Itu anakna koko ya?
Wednesday, 10. December 2008
betul betul, cakep yah.. mudah2an menjadi mujahidah!
Wednesday, 10. December 2008
” Allahuakbar…..” Duh jadi semangat cepet Married ne…”
” Insyaallah….”
” Wanita memang makhluk paling di mulia kan oleh ALLAH “
Thursday, 11. December 2008
pingin liat fotonya yg sekarang… biasanya cm denger cerita dari sang pengagum rahasia si kecil saja (Syamsul Hadi bla bla blah…
)
insya Allah yah, si kecil jasi mutiara bagi ayah bundanya, agamanya dan sekitarnya. amin.
Thursday, 11. December 2008
assalamu alaikum wr.wb.
bapak… kalo di foto keliatan lebih muda tapi kalo aslinya….masya Allah..????

gimana kabar feliz kecil pak?
oia tanggal 20-21 des 08 ada tafakur alam LDK. ikut ya?
oia pak silaturahmi ke Gici dong pa ma mba iin.
ya uda pak..
wassalamu alaikum. wr.wb
Thursday, 11. December 2008
‘alaikum salam warahmatullah
heheheheh, itu namanya wajah dewasa nur!
kabar semuanya alhamdulillah baik, sekarang alila sudah bisa ngesot lebih cepet dari suster ngesot
tanggal 20-21 sy udah dikontrak nur, insya Allah doanya yang hadir
buat anden, betul, si SHSD itu sedikit pedofili, juga sedikit mothercomplex, saya juga bingung apa penyakitnya heheh
(ini sudah sepengatahuan yang dibilangin)
jadi maklum aja heheheh…
Thursday, 11. December 2008
Assalamu’alaikum…
Pak Ustad Felix, subhanallah… putrinya cantik sekalii….
Sudah besar ya sekarang pasang dong fotonya yang terbaru…
Kapan isi tausyiah di Danamon Syariah lagi? Ditunggu kajian selanjutnya terusan yang MAta uang DInar dan Dirham itu ya Pak Ustad…. Masih penasaran kelanjutannya.. heheee.. (udah kayak sinetron aja)
Thursday, 11. December 2008
wa’alaikum salam mbak windi.. alhamdulillah Allah menitipkan anak ini buat jadi mujahidah, mudah2an kami bisa memenuhinya
foto terbaru bisa dilihat di page “about me”
insya Allah kita kapan2 ketemu lagi di dansyari dengan tema yang tidak kalah menariknya, presentasinya bisa dilihat dan didownload di page “download”
makasi
Thursday, 11. December 2008
Assalamualaikum,
Saya hadir atas undangan Pak Felix di email saya.Selamat menikmati karunia Allah atas lahirnya Alila Syaffia Asy-Syarifah sebagai putri Pak Felix yg pertama.
Semoga Allah tetep memberi Pak Felix dan Istri keikhlasan dan kesabaran dalam membimbing putrinya di segala suasana.
Keep, cool Mr.Felix
Thursday, 11. December 2008
senengnya punya momongan.
itu artinya mas Felix punya sarana investasi sbg ladang amal shalih yg truuuus mengalir.
Friday, 12. December 2008
wa’alaikum salam…
makasi pak slamet yang ditengah kesibukannya masi mau mampir.. semoga keluarganya selalu mendapat kemudahan..
makasi juga mas gie heheheh..
semoga alila menjadi sumur pahala yang gak kan kering amiin
Friday, 12. December 2008
assalamu’alaikum
“ko felix … ni de nu er hen piaoliang euy…!!!”
hehehe… dikit dl lain kali mode full zhong wen,ok ma? ….
selamat… smg jadi anak yg sholihah, seorang mujahidah, dan kehadiranny menambah kebahagiaan dan juga keberkahan keluarga nt. dan tentunya menjadi kebanggaan terutama kelak di hadapan Allah SWT.
Friday, 12. December 2008
‘alaikum salam.. wah kedatangan orang jenius dari taiwan euy! heheheh…
full zhong wen cai ze li mei tu ren cia ce tau heheheh 

xie xie ni..
amiiin, semoga doanya di-ijabah..
Sunday, 14. December 2008
selamat dan sukses boz dalam menegakkan syareat islam, allahukabar. semoga terlimpah berkah dan perlindungan Allah pada keluarga boz felik.
Friday, 2. January 2009
iiihhh, ita baru liat dede alilanya ^_^,,,,
lucu yah,,,
Kelak semoga menjadi muslimah yang dicita-citakan orang tuanya yah ^_^…
oia, gimana kabar umminya??? mani ga pernah maen ke bogor coba…
Saturday, 3. January 2009
hehehe.. iya dong, lucu kayak bapaknya, cakep juga

amiiin, makasi doanya tante ita
umminya alhamdulillah baik dan sehat semuanya
insya Allah nanti maen ke bogor kalo tante ita mau siapin makanan buat kita
Thursday, 22. January 2009
alhamdulillah…subhanallah…wah, bener2 subhanallah…cm ituyg bs nina bilang…
ternyata perjuangan wanita melahirkan sungguh2 sangat mengerikan,menakjubkan…ternyata seorang anak yang lahir dr perut ibu itu udh ada rambutnya, ya?(br tau..maklum kan blm ngerasain melahirkan)
wah,,,pantesan aj susah…
duh,jd ga sabar mo married n merasakan melahirkan juga (tp jgn yg di operasi itu…) trz jd ibu…subhanallah…
)
oy,anaknya mirip banget ma pa felix ya..ya chinanya..ya putihnya..(mmm,pst pa Felix semangat banget… ups,,,afwan
salam ya,untuk mba iin n si kecil alila…
Sunday, 25. January 2009
Assalamu’alaikum
alhamdulillah, pa felix bs dateng ke sekolah ku (SMK Percik),
bangga deh sekolah bs mendatangkan pembicara nge-top seperti bapak, tau ga, aku sempet nangis loh saat melihat video kekejaman YAHUDI LAKNATULLAH, ditambah narasi bpk yg membuat kita jd bermuhasabah,
banyak pemberitaan2 ttg sejarah palestine yg tersebar di dunia maya ataupun media massa, tp baru sekarang saya dpt point nya yg begitu lengkap namun mudah dicerna.
sukses untuk pa felix sekeluarga.
wassalamu’alaikum
Sunday, 25. January 2009
wa’alaikum salam.. senang juga bisa bermanfaat bagi kaum muslim, semoga perjuangan muslim gaza bisa menginspirasi kita untuk melakukan perjuangan yang serupa!
buat nina, makasi banyak juga atas komennya, semoga alila bisa nerusin perjuangan abi-umminya
Saturday, 23. May 2009
subhanallah wal hamdulillah wala ilaa ha illallahu Allahu Akbar. semoga Allah swt mengijabahi do’anya ust. dan memberikan rahmat dan barokah yang melimpah kepada antum dan sekeluarga. Amin
kapan dakwah ke surabaya lagi ust.?
Saturday, 15. August 2009
ass, ustdz sy nak KALAM UPI Purwakarta neh (syukrn y dah mw ngisi di kapuz qt) luar biasa Allahuakbar materiny bagus bgt.
oy sy ketitipan amanah neh dr adik tingkat p’felix wktu d IPB(teh dewi putri),kyknya kenal jg seh ma mbak Iin. Beliau titip salam bwt mbak Iin. Pesennya panjang bgt tp intinya ya gitu deh.
af1 br disampein.
Saturday, 15. August 2009
eh pak klw tar qt undang lg ke Pwkrta jgn kapok ya. Rencananya sanlat skarg qt pngen ngadainnya di SMA2,n trainernya p’felix lg he…………….